ADHD
Pada wawancaranya dengan pemengaruh Indonesia Yoshua Marcellos Muliardo (Cellos) di akun Youtube "Celloszxz" pada 4 Juli 2025, Bilal mengakui dirinya tumbuh dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan psikologis yang membuat penderitanya hiperaktif dan cenderung kurang fokus.
Anehnya, seperti disampaikannya di hadapan Cellos, Bilal menyebut dirinya justru sangat berkonsentrasi saat berlatih seni bertarung.
Di atas matras, Bilal seakan menjadi orang yang berbeda. Determinasinya sangat tinggi. Itu yang membuatnya sukses meraih prestasi apik di taekwondo level junior.
Pada 2013, Bilal menjadi bagian dari tim yang mendapatkan perunggu di Hanmadang, Korea Selatan. Dia kemudian rutin mendapatkan medali demi medali, di mana medali emas pertamanya tingkat nasional didapatkan di Kejuaraan Nasional AS untuk nomor team demo pada 2014. Tahun yang sama, Bilal Hasan merebut emas di Kejuaraan Internasional Pan American.
Penampilan gemilangnya membuat Bilal Hasan masuk ke tim taekwondo junior Amerika Serikat, tepatnya menjadi anggota kadet Tim B (-41kg), pada 2015.
Bilal Hasan meraih emas nomor tarung turnamen junior Kanada Open (-45kg) 2016, Spanish Open (-48kg) 2017, Pan American Junior Championships 2017 dan US Open (-51kg) 2018.
Kiprah Bilal terus berkilap. Saat umurnya berada di kisaran 20 tahun, dia mendalami bela diri campuran (MMA) dan menerjunkan diri ke beberapa pertarungan amatir.
Laman MMA yang berbasis AS, Sherdog, melaporkan, pertarungan amatir Bilal di MMA adalah menghadapi Aman Amwar pada Legion of Combat 1 dengan kemenangan TKO pada ronde kedua.
Setelah itu, Bilal selalu memenangi empat pertarungan amatirnya dari Aaron Cortez (TKO), Jaiden Bundy (TKO), Xavier Rake (TKO) dan Christian Tariji (menang angka mutlak).
Pewarta: Michael SiahaanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.