Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, membidik dampak ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung Dicky Anugrah di Bandung, Rabu, mengatakan ajang olahraga internasional tersebut diharapkan juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
"Intinya dari momentum FIFA ASEAN Cup ini, kita juga tidak hanya sukses dalam hal penyelenggaraan di stadion, tapi juga berharap ada multiplier effect yang bisa dihasilkan," katanya.
Ia menyebut bahwa peluang tersebut dapat terlihat dari aktivitas ekonomi yang muncul saat Stadion Si Jalak Harupat digunakan sebagai lokasi pertandingan Piala Presiden 2026.
Sebelumnya, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di kawasan stadion, Ati Sunarti, mengaku omzet penjualannya meningkat hingga 200 persen saat Piala Presiden 2026.
Omzet yang biasanya sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta meningkat menjadi Rp5 juta hingga Rp6 juta hanya dalam beberapa jam ketika pertandingan berlangsung.
"Tapi di sini, kemarin kami sampai Rp5-6 juta, itu cuma berapa jam, bukan sehari. Soalnya bisa ramainya itu sore sampai malam," kata Ati.
Ia juga mengatakan hampir seluruh produk yang dibawanya pada laga perdana Piala Presiden 2026 habis terjual karena tingginya antusiasme penonton.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi langsung bagi pelaku usaha ketika pertandingan digelar di stadion.
Dicky mengatakan pengalaman tersebut menjadi gambaran potensi yang dapat dikembangkan ketika Si Jalak Harupat menjadi salah satu lokasi FIFA ASEAN Cup 2026, terlebih turnamen tersebut berpotensi menghadirkan penonton dari berbagai daerah dan negara.
"Diharapkan ada pemberdayaan ekonomi masyarakat, juga MICE, pariwisata dan hotel dan restoran bisa menjadi ajang kena pendapatan daerah," ujar dia.
FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026. Stadion Si Jalak Harupat menjadi salah satu lokasi yang disiapkan bersama Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Dicky mengatakan Pemkab Bandung masih menunggu kepastian terkait negara dan tim yang akan bertanding di Indonesia serta pembagian pertandingan antara Si Jalak Harupat dan GBK.
Menurut dia, kepastian tersebut akan turut menentukan besarnya potensi pergerakan penonton dan aktivitas ekonomi selama turnamen.
Pemkab Bandung berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat keterlibatan UMKM sekaligus mendorong sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan MICE sehingga manfaat penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Bandung.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.