Majalengka (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, mengoptimalkan irigasi pengairan untuk menjaga produksi pertanian di daerah tersebut selama musim kemarau 2026 yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan.

Bupati Majalengka Eman Suherman di Majalengka, Rabu, mengatakan ketersediaan air harus dijaga karena menjadi salah satu penentu keberhasilan petani mempertahankan produktivitas lahan.

“Kalau kondisi El Nino cukup kuat seperti sekarang, jangan sampai petani kita kehilangan hasil panen. Karena itu, kebutuhan air harus kita antisipasi sejak awal,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan, kata dia, yakni mengoptimalkan 119 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) dan 37 unit Irigasi Perpipaan (Irpip) yang telah disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.

Menurut dia, fasilitas tersebut berguna untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman, terutama pada musim tanam kedua sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap curah hujan.

Eman menyebutkan pula pemerintah daerah memperkuat pengairan melalui penanganan sodetan, yang hasilnya telah memberikan dampak terhadap kemampuan petani mengairi lahan pertanian di wilayah utara Majalengka.

Ia mencontohkan dari sekitar 2.000 hektare lahan di kawasan tersebut, sebelumnya hanya 500 hektare yang berpotensi dipanen akibat keterbatasan air dan setelah sodetan ditangani, seluruh areal itu kini dapat ditanami dan dipanen.

“Perbaikan aliran air membuat cakupan lahan yang bisa dipanen meningkat. Yang sebelumnya hanya sebagian karena khawatir kekeringan, sekarang seluruh 2.000 hektare sudah memiliki peluang untuk dipanen,” ujar dia.

Pemerintah daerah pun menyiapkan penanganan untuk wilayah Ligung, Bantarwaru, dan Leuweunghapit dengan mendorong penggunaan pompa bertenaga surya sebagai solusi jangka pendek untuk mengurangi biaya operasional pengairan.

Untuk jangka panjang, lanjut Eman, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan sodetan sekitar 700 meter di Saluran Sindupraja.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan pihaknya memastikan sarana Irpom dan Irpip yang telah diberikan dapat beroperasi dan digunakan secara optimal oleh kelompok tani.

“Kami tidak hanya menyalurkan sarana, tetapi juga mengecek pemanfaatannya di lapangan. Daerah yang rawan kekeringan terus kami petakan agar penanganannya lebih tepat,” katanya.

Selain penguatan pengairan, Pemkab Majalengka mendorong perbaikan jaringan irigasi yang rusak dan mengusulkan pembangunan embung di sejumlah wilayah, termasuk Mekarjaya, kepada pemerintah pusat.

“Upaya tersebut diperkuat dengan penetapan 40.700 hektare lahan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) bersama ATR/BPN untuk menjaga ketersediaan lahan produksi pangan di Kabupaten Majalengka,” ujar dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Majalengka optimalkan irigasi guna jaga produksi pertanian

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026