Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai langkah strategis termasuk melakukan pemutakhiran data luas lahan sawah berdasarkan data Kementerian ATR/BPN yang telah diverifikasi guna meningkatkan produksi padi tahun 2026.

Plt Kepala DPTHP Cianjur Wahyu Ginanjar di Cianjur, Selasa, mengatakan pemetaan dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa, termasuk melakukan identifikasi indeks per tanam mulai dari satu hingga tiga kali tanam dengan luas tanam sekitar 170 ribu hektar lebih.

Target produksi padi tahun 2026 masih berpotensi mengalami perubahan seiring hasil koordinasi lintas sektor termasuk dengan Provinsi Jawa Barat dimana ditargetkan sebesar 970 ribu ton dari luas tanam sekitar 140 ribu hektare.

"Namun sifatnya tentatif karena harus terus dikonsultasikan dengan dinas provinsi, dimana sepanjang Januari hingga Juni 2026, pencapaian produksi gabah kering giling (GKG) petani mencapai 577 ribu ton atau 59 persen dari target,” katanya.

Tidak hanya hasil produksi yang mengalami kenaikan tutur dia, termasuk luas lahan bertambah di tahun 2026 menjadi 170.748 hektare, yang mana hitungan angka statistiknya ada peningkatan sebanyak 32.721 hektar luas panen.

Untuk meningkatkan hasil produksi padi, pihaknya mengajukan bantuan benih padi unggul ke Kementerian Pertanian untuk luas lahan sekitar 20 ribu hektare, dimana bantuan tersebut diharapkan dapat mendongkrak produktivitas petani dan menjaga stabilitas produksi.

Pihaknya juga melakukan identifikasi kebutuhan alat dan mesin pertanian seperti traktor roda dua, traktor roda empat, serta mesin pertanian lainnya termasuk pompanisasi guna mendukung proses pengolahan lahan terutama saat kemarau.

"Petugas penyuluh lapangan memberikan pendampingan dan penyuluhan pada para petani dalam penerapan teknologi tepat guna agar produksi padi tahun 2026 tetap surplus seperti tahun 2025," katanya.

Dari ratusan ribu hektare lahan tersebut, tambah dia, terdapat tipe lahan irigasi dan tadah hujan, sehingga beberapa faktor yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi GKG, tidak hanya dari luas panen tapi dipengaruhi karakteristik lahan serta cuaca.

"Untuk lahan tadah hujan dan irigasi tetap berjalan meski sedang kemarau, dimana petugas penjaga pintu air akan membagi jadwal secara situasional, sehingga hasil produksi tetap meningkat bahkan melebihi target dengan melakukan pompanisasi," katanya. 
 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026