Cirebon (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memfasilitasi akses pasar bagi produk olahan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui kegiatan Pasar Tani dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Distan Kabupaten Cirebon Deni Nurcahya mengatakan Pasar Tani, menjadi wadah untuk mempertemukan produk yang dihasilkan KWT dengan masyarakat sebagai konsumen.
“Pasar Tani yang dilaksanakan hari ini untuk memasarkan produk-produk dari KWT,” kata Deni di Cirebon, Selasa.
Dari data yang dikonfirmasi menunjukkan jumlah kelompok tani (poktan), termasuk KWT, di Kabupaten Cirebon mencapai 4.115 poktan, dengan jumlah petani perempuan sebanyak 15.412 orang.
Lebih lanjut Deni menjelaskan produk yang dihasilkan KWT dengan dipasarkan dalam kegiatan tersebut, berasal dari hasil olahan pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh kelompok masyarakat.
Menurut Deni, KWT memiliki potensi dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Deni mengatakan kegiatan Pasar Tani menjadi program prioritas, sehingga kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada sejumlah momen tertentu pada 2026 di Kabupaten Cirebon.
Ia optimis akses pasar yang diberikan melalui kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi KWT, untuk mengembangkan pemasaran produknya secara lebih luas.
“Harapan selanjutnya KWT dapat mandiri dan bisa memasarkan produk-produknya,” katanya.
Deni menambahkan Distan tetap memberikan pendampingan dan membantu pemasaran produk KWT, agar kelompok tersebut secara bertahap mampu membangun pasar secara mandiri.
“Kami tentu saja membantu untuk memasarkan dan selanjutnya mereka bisa memasarkan sendiri,” ujarnya.
Selain membuka akses pemasaran, kata dia, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies bagi hewan yang menargetkan sekitar 300 ekor.
Ia menyampaikan, kegiatan vaksinasi rabies menjadi bagian dari pelayanan Distan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit rabies sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan hewan.
Deni mengatakan penguatan sektor pertanian juga perlu diikuti dengan respons terhadap persoalan yang dihadapi petani, termasuk laporan kekeringan yang mulai muncul di sejumlah wilayah.
“Kita harus menangani kekeringan dengan tenang dan berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari pemecahan terbaik bagi para petani,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.