Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memperkuat peralatan penanggulangan bencana serta meningkatkan deteksi dini di wilayah rawan.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan sejak dini karena kondisi kemarau berpotensi semakin panjang dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Oktober-November 2026 berdasarkan data BMKG.
"Kami sudah membuat surat instruksi untuk masyarakat agar hemat air karena kondisi kekeringan ini berdasarkan data dan informasi dari BMKG akan mencapai puncaknya di bulan Oktober-November," katanya.
Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung yang mencatat 334 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026 dengan 326 kejadian terjadi di wilayah manajemen kebakaran (WMK) Kabupaten Bandung dan delapan kejadian merupakan perbantuan di luar WMK.
Khusus kebakaran semak belukar dan lahan kering, tercatat 100 kejadian hingga Juli 2026 atau meningkat tajam memasuki musim kemarau, dari 13 kejadian pada Juni menjadi 84 kejadian pada Juli.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung mencatat pembakaran sampah menjadi salah satu dugaan penyebab kebakaran semak belukar dengan 29 kejadian, sedangkan 53 kejadian lainnya belum diketahui penyebabnya.
Selain itu, terdapat lima kejadian yang diduga dilakukan secara sengaja dan satu kejadian akibat puntung rokok.
Dadang mengatakan Pemkab Bandung juga akan memperkuat kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana dengan mengupayakan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Jawa Barat.
"Kami akan upayakan baik melalui BNPB pusat maupun BPBD provinsi sehingga tidak menunggu perubahan APBD dulu, tetapi kami melakukan aksi untuk penyediaan dan kelengkapan alat-alat dalam mempersiapkan kondisi kesiapsiagaan," ujarnya.
Selain penguatan peralatan, Pemkab Bandung akan menerbitkan instruksi kepada perusahaan agar memasang CCTV yang mengarah ke jalan sebagai bagian dari sistem pemantauan dan deteksi dini.
Ia juga meminta masyarakat meningkatkan siskamling di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) untuk mempercepat pengawasan terhadap potensi kejadian di lingkungan masing-masing serta meminta masyarakat untuk ikut mencegah kebakaran selama musim kemarau.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.