Bandung (ANTARA) - Hidung gatal sering dianggap sebagai tanda pilek biasa, padahal keluhan tersebut juga dapat muncul akibat rhinitis alergi. Meski memiliki gejala yang mirip seperti bersin dan hidung berair, kedua kondisi ini memiliki penyebab serta cara penanganan yang berbeda.
Rhinitis alergi terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen atau pemicu alergi, seperti debu, tungau, bulu hewan, jamur, atau serbuk sari. Sementara pilek infeksi umumnya disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan, salah satunya rhinovirus yang menjadi penyebab paling umum flu ringan.
Memahami perbedaan keduanya penting agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Berikut perbedaan hidung gatal akibat rhinitis alergi dan infeksi pilek, merangkum dari berbagai sumber.
Hidung gatal karena rhinitis alergi
Pada rhinitis alergi, rasa gatal di hidung biasanya muncul setelah seseorang terpapar zat pemicu alergi. Kondisi ini terjadi karena tubuh mengeluarkan respons imun terhadap alergen yang sebenarnya tidak berbahaya.
Beberapa gejala khas rhinitis alergi meliputi:
- Hidung terasa gatal.
- Bersin berulang kali, terutama pada waktu tertentu seperti pagi hari.
- Hidung tersumbat.
- Keluar cairan hidung yang bening.
- Mata terasa gatal atau berair.
- Gejala dapat muncul berulang selama masih terpapar pemicu alergi.
Rhinitis alergi umumnya tidak menyebabkan demam. Keluhan juga sering muncul ketika seseorang berada di lingkungan tertentu, misalnya ruangan berdebu, dekat hewan peliharaan, atau saat terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Hidung gatal karena pilek infeksi
Pewarta: AntaranewsEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.