Garut (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Garut siap membantu memperkuat akses keuangan bagi sektor pertanian melalui pengembangan ekosistem pembiayaan terintegrasi untuk komoditas unggulan kentang di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Garut.

"OJK melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong terbentuknya ekosistem pembiayaan yang terintegrasi, sehingga petani tidak hanya memperoleh akses pembiayaan, tetapi juga dukungan penjaminan, perlindungan asuransi, serta kepastian pasar," kata Asisten Manajer OJK Tasikmalaya, Putu Arya Wirasetyanta di Garut, Jawa Barat, Jumat.

Ia menuturkan, OJK dan Pemkab Garut sudah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Optimalisasi Akses Keuangan untuk Pengembangan Komoditas Unggulan Kentang dalam Mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah Tahun 2026 yang digelar di Taman Teknologi Pertanian, Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang.

Ia menyampaikan, kegiatan FGD bertujuan mengidentifikasi tantangan pengembangan komoditas kentang, memetakan kebutuhan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi pertanian.

Selanjutnya merumuskan skema ekosistem pembiayaan terintegrasi yang menghubungkan seluruh pelaku dalam rantai nilai agribisnis untuk menciptakan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Putu Arya menjelaskan, penguatan akses keuangan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bagian Perekonomian Pemkab Garut, Rina Rinawati mengatakan, Garut merupakan salah satu sentra produksi hortikultura nasional dengan komoditas kentang sebagai salah satu andalan daerah.

Ia mengapresiasi inisiatif OJK Tasikmalaya yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum kolaboratif untuk mengembangkan sektor bisnis komoditas kentang yang selama ini memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah.

"Kami optimistis dapat memperkuat ekosistem agribisnis kentang, meningkatkan nilai tambah, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan produksi kentang sebesar 171.825 ton pada tahun 2025 dan ternyata target terlampaui dengan produksi mencapai 185.927 ton.  Jumlah itu berkontribusi besar yaitu menyumbang sekitar 70 persen dari total kuota produksi kentang di Provinsi Jawa Barat.

 

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026