Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa magnitudo 5,3 dengan pusat di Kabupaten Pangandaran meski dirasakan cukup kencang di sebagian besar wilayah setempat.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Kamis, mengatakan pihaknya langsung menyebar petugas dan 360 relawan guna mendata dan memantau dampak gempa yang dirasakan cukup kencang pada Rabu (5/8) malam, terutama di wilayah selatan Cianjur.
Hingga Kamis siang, laporan sementara dari petugas dan relawan di lapangan mulai dari utara hingga selatan Cianjur tidak ditemukan kerusakan bangunan atau bencana alam yang dipicu gempa Pangandaran.
"Kami pastikan tidak ada kerusakan akibat gempa magnitudo 5,3 yang terpusat di Pangandaran, namun warga di sejumlah wilayah sempat panik berhamburan keluar rumah guna mengantisipasi hal tidak diinginkan," katanya.
Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik, segera mencari tempat berlindung yang dinilai aman saat merasakan gempa segera keluar dari dalam rumah atau ruangan mencari lapangan terbuka.
Selain itu, katanya, memastikan tidak ada gempa susulan sebelum kembali ke dalam rumah serta menggiatkan ronda malam guna mengantisipasi hal tidak diinginkan selain menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal, termasuk memantau situasi sekitar.
Pasalnya, ungkap dia, bencana alam termasuk gempa datang secara tiba-tiba tidak dapat diprediksi sehingga masyarakat diimbau tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
"Waspada harus tapi jangan sampai panik, kami berharap tidak ada lagi bencana alam besar melanda Cianjur, namun masyarakat harus tetap siaga dan waspada serta jeli membaca tanda alam ketika hendak terjadi bencana," katanya.
Hal itu, katanya, termasuk selama musim kemarau, di mana masyarakat diminta mengawasi lingkungan tempat tinggal dari bencana kebakaran lahan dan hutan dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.