Bandung (ANTARA) - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Pasundan Andre Ariesmansyah menilai pengoptimalan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) secara merata di seluruh sudut kota dinilai menjadi simpul krusial dalam mengakselerasi produktivitas ekonomi malam hari serta memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi jasa dan pariwisata unggulan.

Dia memaparkan bahwa keberadaan penerangan jalan yang memadai bukan sebatas fasilitas fisik semata, melainkan elemen pendukung utama yang menghidupkan iklim usaha UMKM dan kenyamanan ruang publik warga.

"Persoalan PJU tidak bisa dipandang hanya sebagai pemasangan lampu jalan. Ini berkaitan langsung dengan keselamatan pengguna jalan, keamanan lingkungan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari," ujar Andre Ariesmansyah di Bandung, Selasa.

Andre menilai mobilitas masyarakat Bandung yang dinamis hingga malam hari membutuhkan kepastian infrastruktur dasar yang prima agar ruang-ruang ekonomi lokal dapat tumbuh lebih inklusif.

Guna mempercepat pemenuhan jaringan PJU tanpa bergantung penuh pada APBD, ia mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk menjajaki skema pembiayaan kreatif melalui kolaborasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) maupun kemitraan badan usaha secara transparan.

"Kalau memang kemampuan APBD terbatas, pemerintah harus kreatif. Banyak alternatif pembiayaan yang bisa dimanfaatkan selama dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena persoalan anggaran tidak kunjung selesai," ujarnya.

Selain itu, keterbukaan informasi mengenai data PJU digital dipercaya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap komitmen pemerintah kota dalam menghadirkan tata kelola layanan dasar yang berkualitas.

"Dari hal sederhana seperti lampu jalan, masyarakat bisa menilai sejauh mana pemerintah hadir dalam kehidupan mereka," tutur Andre.



Pewarta: Jabar Antaranews
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026