Bandung (ANTARA) - Integrasi transportasi berbasis rel seperti Kereta Cepat Whoosh dan kereta api (KA) konvensional kian mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung utama pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Kepala BPS Provinsi Jabar Margaretha Ari Anggorowati, di Bandung, Senin, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, menyebutkan sepanjang Juni 2026, akumulasi kedatangan WNA yang memanfaatkan Kereta Cepat Whoosh mencapai 17.877 kunjungan.

Stasiun Padalarang menjadi pintu masuk utama dengan kontribusi yang mendominasi sebesar 86,46 persen.

"Selama periode Januari-Juni 2026 jumlah kunjungan WNA menggunakan Whoosh ke Jawa Barat mencapai 87.751 kunjungan," kata Ari.

Secara kumulatif sepanjang Semester I-2026, jumlah penumpang kereta api konvensional di Jabar tumbuh 9,57 persen dengan catatan mencapai 2,43 juta orang pada Juni.

"Sementara, penumpang Kereta Cepat Whoosh tumbuh 0,61 persen secara tahun berjalan (year-to-date/ytd)," kata dia lagi.

Sebaliknya, ujar dia, pergerakan penumpang internasional di sektor penerbangan udara mengalami penurunan drastis. Yakni, sebesar 93,94 persen secara bulanan pada Juni 2026 di Bandara Internasional Jabar (BIJB) Kertajati, yang dipicu oleh selesainya fase operasional pemulangan jamaah haji.

Sektor perhotelan juga mencatatkan pemulihan positif, dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jabar pada Juni 2026 naik 2,85 poin menjadi 51,05 persen.

"Dengan keterisian tertinggi berada di Kabupaten Karawang (72,11 persen), Kota Tasikmalaya (63,22 persen), dan Kabupaten Purwakarta (62,48 persen)," ujar Ari pula.

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Whoosh-kereta api dominasi jalur masuk wisatawan mancanegara di Jabar

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026