Bandung (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat sebanyak 88 kejadian kebakaran lahan terjadi di wilayah tersebut sepanjang 1 Januari hingga 29 Juli 2026, seiring meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau.
Kepala Disdamkar Kabupaten Bandung Iman Irianto Sudjana di Bandung, Minggu, mengatakan lonjakan kebakaran lahan mulai terjadi sejak Juni 2026 dengan 13 kejadian, kemudian meningkat menjadi 72 kejadian hingga 29 Juli, sedangkan pada periode Januari hingga Mei hanya tercatat tiga kejadian.
"Sementara itu, sebelum Juni, tercatat hanya tiga kali kejadian sisanya terjadi rentang bulan Juni dan Juli ini," kata Iman.
Salah satu kebakaran lahan terjadi di kawasan semak belukar dekat Perumahan Lentera Mutiara Cikuya Blok A1, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (29/7).
Kepala Bidang Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung Asep Bintang mengatakan pihaknya menerjunkan dua regu dari Pos TKI dan Soreang untuk memadamkan kebakaran yang diduga dipicu pembakaran sampah hingga merambat ke semak belukar.
"Itu yang terbakar semak belukar dekat perumahan dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung Barat," katanya.
Ia mengatakan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 200 meter persegi dan berhasil ditangani petugas sehingga api tidak merembet ke kawasan permukiman.
Selain itu, kebakaran lahan juga terjadi di kawasan Gunung Anjing, Kecamatan Pameungpeuk. Namun, petugas tidak melakukan pemadaman secara langsung karena titik api berada di puncak gunung yang sulit dijangkau kendaraan maupun personel.
Menurut Asep, Disdamkar berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung dan melakukan pemantauan dari area yang lebih dekat dengan permukiman guna mengantisipasi apabila api bergerak mendekati rumah warga.
"Area yang terbakar jauh dari permukiman sehingga kami melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Disdamkar Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara terbuka selama musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas, terutama di kawasan semak belukar dan lahan kering.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.