Cirebon, Jawa Barat (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengambilan keputusan pemerintah, termasuk di Cirebon, Jabar.
Menurut dia, kualitas sebuah kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang digunakan dalam proses penyusunannya, sehingga keakuratan informasi yang dihimpun petugas sensus harus menjadi perhatian bersama.
"Keputusan yang diambil berdasarkan data yang salah, bisa dipastikan keputusannya juga salah," kata Daddy saat dihubungi di Cirebon, Jabar, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah membutuhkan data yang valid dan akurat agar setiap kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat maupun pelaku usaha.
Menurut dia, data ekonomi yang diperoleh melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu instrumen penting dalam memetakan kondisi perekonomian sekaligus merumuskan program pembangunan yang tepat sasaran.
Daddy mencontohkan perbedaan metode maupun tolok ukur dalam pendataan dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda, sehingga berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintah.
Ia juga mendorong petugas sensus menjelaskan kepada masyarakat mengenai tujuan pendataan serta manfaat, yang akan diperoleh dari pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pemahaman masyarakat, kata dia, terhadap manfaat sensus akan meningkatkan partisipasi responden dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap.
"Saya kira petugas sensus juga perlu menjelaskan apa yang mereka cari dan apa hasil akhirnya," ujarnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.