Bandung (ANTARA) - Luka bakar menjadi salah satu cedera yang paling sering terjadi saat beraktivitas sehari-hari.

Mulai dari terkena cipratan minyak panas, air mendidih, hingga menyentuh benda bersuhu tinggi, meski terlihat ringan penanganan yang kurang tepat justru dapat memperparah kondisi kulit.

Dilansir dari beberapa sumber, pertolongan pertama yang benar dapat membantu mengurangi kerusakan jaringan sekaligus mempercepat proses penyembuhan.

Kalau mengalami luka bakar ringan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah langsung mengalirkan bagian yang terluka dengan air bersuhu normal selama kurang lebih 20 menit.

Cara ini menurunkan suhu kulit dan mengurangi rasa nyeri.

Sebaliknya penggunaan es batu atau air yang terlalu dingin tidak disarankan karena bisa memperparah kerusakan pada jaringan kulit.

Masih banyak yang percaya kalau luka bakar harus dioles pasta gigi, mentega, kecap, atau bahkan minyak.

Padahal, para dokter menegaskan bahwa cara tersebut hanyalah mitos dan justru berisiko menyebabkan infeksi.

Setelah didinginkan dengan air mengalir, luka sebaiknya ditutup menggunakan kain kasa steril atau kain bersih agar tetap terlindungi dari kotoran dan bakteri.

Kalau luka bakar mulai melepuh, jangan buru-buru dipecahkan meskipun kelihatan mengganggu. Para dokter menjelaskan bahwa lepuhan berfungsi melindungi jaringan kulit yang sedang dalam proses penyembuhan. 

Apabila luka terasa semakin nyeri, bernanah, berukuran cukup besar,atau terjadi di area wajah, tangan, kaki, maupun area sensitif, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Luka bakar memang bisa terjadi kapan saja, tetapi penanganan yang benar bisa mencegah dampak yang lebih serius.

Jadi kalau tiba-tiba kena minyak panas atau benda bersuhu tinggi, jangan panik dan jangan langsung percaya sama mitos yang beredar.

Pertolongan pertama yang tepat jauh lebih penting daripada mencoba cara-cara yang belum terbukti aman.



Pewarta: Isti Rahmawati Darmawan
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026