Bandung (ANTARA) - Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menilai pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung menjadi langkah strategis dalam mengatasi krisis sampah.

Buky di Legok Nangka, Kamis, mengatakan dimulainya pembangunan PSEL tersebut mengakhiri penantian panjang sejak proyek itu mulai direncanakan pada 2005.

"Sudah cukup lama ditunggu, akhirnya hari ini dilakukan groundbreaking untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik di Legok Nangka yang sudah tertunda cukup lama," katanya.

Menurut dia, pembangunan PSEL Legok Nangka menjadi tonggak penting dalam upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

"Kita ini sedang menghadapi bencana sampah. Jadi ini merupakan upaya yang sangat baik sebagai jalan keluar," ujarnya.

Baca juga: DPRD Jabar harap pembangunan PSEL Legok Nangka selesai sesuai target

Ia mengatakan fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari yang berasal dari enam kabupaten/kota di Jawa Barat sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi beban penanganan sampah di kawasan Bandung Raya.

Buky berharap pembangunan PSEL Legok Nangka dapat diselesaikan sesuai target dalam waktu tiga tahun sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah.

Sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan PSEL Legok Nangka ditargetkan mulai beroperasi pada 2029 untuk menjadi solusi penanganan sampah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

"Hari ini kita mendapatkan tiga berkah besar yang hasilnya akan kita rasakan pada tahun 2029. Pertama, persoalan sampah di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi akan mendapatkan solusi," kata Dedi.

PSEL Legok Nangka merupakan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik senilai sekitar 400 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7,2 triliun yang dirancang mengolah sekitar 2.000 ton sampah per hari dengan kapasitas pembangkit 40,79 megawatt (MW).

Proyek tersebut ditargetkan beroperasi pada 2029 setelah masa konstruksi sekitar 41 bulan dan diproyeksikan melayani enam kabupaten/kota di Jawa Barat serta mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 311 ribu ton karbon dioksida ekuivalen.

Baca juga: Wamen ESDM: PSEL Legok Nangka diproyeksikan berkapasitas 40,79 MW

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPRD Jabar: PSEL Legok Nangka jadi solusi hadapi krisis sampah



Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Isyati Putri

COPYRIGHT © ANTARA 2026