Ciamis (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan Tasikmalaya melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (Genius) memperkuat literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang cerdas finansial bagi guru di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
"Program Genius merupakan wujud komitmen OJK dalam melaksanakan amanat untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui jalur pendidikan," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati saat acara program Genius yang menghadirkan 250 kepala sekolah dan tenaga pendidik Sekretariat Daerah Pemkab Ciamis, Rabu.
Ia menuturkan Genius merupakan program unggulan OJK Tasikmalaya yang diselenggarakan di Ciamis sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Program Genius itu, kata dia, inisiatif OJK Tasikmalaya untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di lingkungan sekolah dengan melibatkan tenaga pendidik yang nantinya menjadi agen literasi keuangan di sekolah.
"Kami meyakini bahwa membangun karakter finansial generasi muda harus dimulai sejak usia dini, dan sekolah menjadi tempat yang paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai tersebut," katanya.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut mengedukasi tenaga pendidik tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman daring ilegal, investasi ilegal, penipuan keuangan digital, dan judi daring.
Peserta juga, lanjut dia, mendapatkan materi mengenai kesehatan finansial yang mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan, penyusunan dana darurat, perlindungan keuangan, hingga persiapan masa pensiun untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan finansial tenaga pendidik secara berkelanjutan.
Menurut dia, tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menciptakan efek pengganda literasi keuangan di masyarakat, sehingga perlu diberi pemahaman tentang literasi keuangan agar selanjutnya pemahaman tersebut bisa disebarluaskan kembali.
"Peran mereka menjadi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membentuk kebiasaan dan budaya pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pendidikan," kata Nofa.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan kolaborasi itu menjadi langkah strategis untuk menanamkan literasi keuangan sejak dini melalui peran kepala sekolah dan tenaga pendidik.
"Kami berharap gerakan ini mampu membentuk generasi Ciamis yang cerdas finansial, mandiri, dan berkarakter, sehingga mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.
Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan, peningkatan literasi keuangan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
"Melalui fungsi pengawasan DPR RI, kami terus mendorong OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, serta pelindungan konsumen agar manfaat sektor jasa keuangan dapat dirasakan seluruh masyarakat," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.