Kabupaten Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - PT PLN (Persero) menjamin pembelian seluruh listrik yang dihasilkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung selama 20 tahun melalui perjanjian jual beli tenaga listrik guna mendukung kepastian investasi proyek.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar mengatakan perjanjian jual beli tenaga listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) PSEL Legok Nangka berhasil diselesaikan hanya dalam waktu tiga bulan.
"Hanya tiga bulan akhirnya kita sudah mencapai yang namanya perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) atau power purchase agreement (PPA) yang periodenya mencapai 20 tahun," kata Suroso dalam dalam Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka Dan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Waste to Energy Jawa Barat di Kabupaten Bandung, Rabu.
Menurut Suroso, percepatan penyelesaian proses pengadaan hingga penandatanganan PPA menjadi salah satu yang tercepat sejak penugasan proyek dimulai pada Januari 2026.
Ia menjelaskan PPA tersebut memiliki masa berlaku selama 20 tahun sehingga memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka sepanjang periode operasional proyek.
PSEL Legok Nangka nantinya dibangun dengan kapasitas pembangkit listrik sebesar 40,79 megawatt yang diproyeksikan mampu memasok kebutuhan listrik sekitar 40.000 rumah tangga di wilayah Jawa Barat.
Selain menghasilkan listrik, fasilitas tersebut dirancang memproduksi energi sebesar 310 gigawatt jam per tahun melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi baru terbarukan yang berkelanjutan.
Baca juga: Jabar buat infrastruktur energi bagian dari strategi investasi daerah seiring dimulainya Legok Nangka
Baca juga: Wamen ESDM: PSEL Legok Nangka diproyeksikan berkapasitas 40,79 MW
Suroso mengatakan PSEL Legok Nangka memiliki kemampuan mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari atau sekitar 13 persen dari total timbulan sampah harian di Jawa Barat.
Menurutnya, program pengolahan sampah menjadi energi perlu terus diperluas agar semakin banyak timbulan sampah yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik sekaligus mengurangi beban lingkungan.
Ia menegaskan energi yang dihasilkan PSEL merupakan energi terbarukan karena proses pembangkit akan terus berlangsung selama tersedia pasokan sampah sebagai bahan baku utama.
Dalam skema PPA tersebut, PLN akan membeli listrik pada tahap pertama dengan tarif 6,92 sen dolar AS per kilowatt hour (Kwh) atau sekitar Rp1.000 per kWh.
Selanjutnya, tarif pembelian listrik pada tahap berikutnya ditetapkan sebesar 11,4 sen dolar AS per Kwh atau sekitar Rp1.600 per kWh sesuai perjanjian.
Suroso memastikan PLN akan membeli seluruh listrik yang diproduksi PSEL Legok Nangka selama 20 tahun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat melalui Gardu Induk Nyurancakasumba 150 kilovolt.
Ia menambahkan kepastian pembelian listrik tersebut memperkuat kelayakan bisnis proyek yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan PSEL.
Baca juga: Wamen ESDM: PSEL TPA Legok Nangka perkuat pasokan energi dan serap 1.500 pekerja
Baca juga: Wamen ESDM: PSEL TPA Legok Nangka diproyeksi percepat solusi sampah jadi energi
Menurut Suroso, proyek itu tidak hanya memperkuat penyediaan listrik nasional tetapi juga menjadi kontribusi nyata PLN dalam menjaga lingkungan melalui pemanfaatan sampah menjadi energi bersih.
"Jadi kami dari PLN juga sangat berbahagia karena bisnis kami tidak hanya menghasilkan listrik tapi kami juga memelihara lingkungan baik ke depannya," tuturnya.
Ia menambahkan teknologi insinerator bersuhu superkritis hingga sekitar 800 derajat Celsius akan digunakan dalam PSEL Legok Nangka sehingga berbagai jenis sampah dapat diolah secara optimal menjadi energi listrik.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit sebesar 40,79 megawatt dan dengan nilai investasi sebesar 400 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp7,2 triliun.
Masa konstruksi akan berlangsung selama kurang lebih 41 bulan atau Commercial Operation Date pada tahun 2029 dan selama masa konstruksi itu diperkirakan mampu menyerap sekitar 1.565 tenaga kerja.
Selain menjadi solusi atas persoalan sampah perkotaan dan menghasilkan energi bersih, proyek ini juga diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO ekuivalen.
Baca juga: Jabar mulai bangun PSEL Legok Nangka target bereskan sampah di Bandung Raya
Baca juga: Jabar amankan penjaminan PT PII demi proyek 40 MW di TPPARS Legok Nangka
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN pastikan serap listrik dari PSEL Legok Nangka selama 20 tahun
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.