Bandung (ANTARA) - Peralihan musim hujan menuju musim kemarau menyebabkan suhu udara tidak stabil yang berakibat buruk pada kondisi kesehatan masyarakat, suhu udara yang tidak stabil menyebabkan pagi dan malam hari cenderung dingin, sementara siang hari terasa panas meski masih disertai udara sejuk.
Perubahan ekstrem pada suhu, kelembapan, dan tekanan udara mengakibatkan lemah imunitas tubuh. Kondisi ini memicu kerentanan terhadap serangan berbagai penyakit, mulai dari flu dan batuk hingga gangguan pencernaan.
Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) perubahan cuaca bukan hanya membuat tubuh menjadi tidak nyaman tetapi memicu respon dalam tubuh seperti virus mudah menyebar dan tubuh membutuhkan usaha lebih untuk menyesuaikan diri ketika cuaca berubah. Selain itu, gejala ringan lebih mudah muncul.
Upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Asupan vitamin dari buah dan sayur berperan penting dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, kebutuhan cairan juga harus tetap terpenuhi dengan minum air putih yang cukup.
Di sisi lain, pola istirahat yang baik turut menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting, misalnya dengan rutin mencuci tangan hingga memastikan kebersihan tempat tinggal. Upaya ini dapat membantu mencegah berbagai penyakit.
Selain itu menurut Halodoc, menjaga kesehatan saat perubahan musim juga perlu dilakukan dengan mengenakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca agar tubuh tetap terlindungi.
Dengan menerapkan pola hidup sehat yang konsisten, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca pada masa peralihan musim tanpa terganggu oleh gangguan kesehatan.
Pewarta: Devi HatrianiEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.