Majalengka (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menyebut penggunaan tabung Liquified Petroleum Gas (LPG) ukuran tiga kilogram sebagai bahan bakar untuk pompa air membantu petani menghemat biaya irigasi.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman di Majalengka, Senin, mengatakan inovasi tersebut menjadi salah satu cara yang diterapkan petani untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau sekaligus mempertahankan produktivitas tanaman padi.

Pihaknya menilai penggunaan pompa air berbahan bakar LPG menjadi alternatif, yang mampu menekan biaya operasional saat petani harus mengoperasikan pompa hampir sepanjang hari.

“Kami mengimbau petani tetap berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, memanfaatkan sumber air secara bergiliran, serta menerapkan pola irigasi yang efisien agar produksi padi tetap terjaga selama musim kemarau 2026,” katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kekeringan di sejumlah wilayah sentra produksi padi, termasuk Kecamatan Kertajati yang menjadi salah satu daerah paling terdampak.

Ia menyebut luas tanaman padi di Kabupaten Majalengka saat ini mencapai 39.550,94 hektare, sedangkan areal tanam di Kecamatan Kertajati sekitar 5.258 hektare dengan umur tanaman berkisar 45-75 hari setelah tanam.

"Pasokan air irigasi yang terus berkurang membutuhkan langkah yang cepat dan efisien. Kami terus mendampingi petani agar produktivitas tanaman tetap terjaga selama musim kemarau," katanya.

Salah seorang petani di Kecamatan Kertajati, Majalengka yakni Engkus Kusnadi mengatakan pompa air berdiameter tiga inci, sebelumnya menghabiskan sekitar 26,4 liter Pertalite apabila dioperasikan selama 24 jam.

Dengan kebutuhan tersebut, kata dia, biaya bahan bakar mencapai sekitar Rp264 ribu per hari untuk mengairi lahan pertanian.

Ia mengaku setelah mesin pompa dimodifikasi menggunakan LPG tiga kilogram, kebutuhan bahan bakar turun menjadi sekitar 1,5 tabung per hari dengan biaya sekitar Rp33 ribu.

"Penghematan sekitar Rp231 ribu per hari, membuat kami tetap dapat mengoperasikan pompa air secara terus-menerus untuk mencegah tanaman padi mengalami kekeringan dan gagal panen,” tuturnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026