Cirebon (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, telah melayani 22.861 wisatawan mancanegara selama semester I-2026, meningkat 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 20.216 pelanggan.

Manajer Humas PT KAI Daop Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Sabtu, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan semakin tingginya minat wisatawan asing menggunakan kereta api untuk menjangkau berbagai destinasi di Pulau Jawa.

Menurut dia, kereta api kini tidak hanya dimanfaatkan sebagai moda transportasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman berwisata karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman dan tepat waktu.

Ia menyebut sebagian besar wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api jarak jauh menuju Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.

“Tiga layanan yang paling banyak digunakan wisatawan asing dari wilayah KAI Cirebon, yakni KA Ranggajati relasi Cirebon-Surabaya Gubeng-Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir-Cirebon-Purwokerto, dan KA Gunungjati relasi Gambir-Cirebon-Semarang Tawang,” katanya.

Muhibbuddin mengatakan Stasiun Cirebon, menjadi titik naik dan turun favorit wisatawan asing selama Januari-Juni 2026 dengan jumlah 12.979 pelanggan.

Selanjutnya, Stasiun Jatibarang melayani 3.370 pelanggan, Stasiun Cirebon Prujakan 1.786 pelanggan, Stasiun Haurgeulis 1.596 pelanggan, serta Stasiun Brebes sebanyak 1.270 pelanggan.

“Selain itu, sejumlah stasiun lain seperti Pegadenbaru, Babakan, Ketanggungan, Ciledug, Tanjung, Arjawinangun, Terisi, dan Losari juga mulai mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara,” katanya.

Ia mengatakan tren tersebut didorong berkembangnya destinasi wisata sejarah, budaya, dan kawasan heritage yang terhubung dengan jaringan transportasi kereta api.

Wisatawan asing, kata dia, memilih kereta api karena menawarkan ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI yang telah mendukung layanan dalam bahasa Inggris.

Ia menambahkan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api bisa memberi dampak positif terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, jasa pemandu wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di sekitar stasiun maupun kawasan wisata.

“Tren positif ini merupakan hasil peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, serta promosi yang dilakukan secara berkelanjutan,” ucap Muhibbuddin.

 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026