Garut (ANTARA) - Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong pemerintah provinsi untuk menambah jumlah guru tingkat SMA/SMK yang diperkirakan membutuhkan tambahan sekitar enam ribuan guru.
"Itu dia (butuh guru) dan kita kekurangan guru 6.000," kata anggota Komisi V DPRD Provinsi Jabar, Aceng Malki saat dihubungi melalui telepon seluler di Kabupaten Garut, Kamis.
Ia menuturkan, Komisi V DPRD Jabar yang salah satunya membidangi pendidikan terus berupaya mengawasi pelaksanaan program pendidikan di Jabar, termasuk tenaga pendidiknya.
Tercatat di Disdik Jabar jumlah guru sebanyak 104.634 orang tersebar di 5.205 SMA/SMK negeri dan swasta, angka itu, kata dia, dinilai masih kurang dan perlu ada penambahan sekitar 6.000-an orang.
Jika tidak ada perekrutan guru lagi, kata dia, seiring adanya pensiun maka kekurangan guru pada tahun berikutnya akan bertambah jumlah kekurangannya yang diperkirakan sekitar 8.000 orang.
"Kalau tidak ada pengangkatan 2026-2027, bisa jadi 8.000. Itu hanya tingkat SMA, SMK, belum SD dan SMP," katanya.
Ia berharap adanya pembentukan Panitia Khusus perubahan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jabar dapat mengakomodasi masalah kebutuhan dan kesejahteraan guru.
Menurut dia, ketersediaan guru yang ideal akan memberikan dampak yang baik untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas karena guru memiliki peran penting dalam melaksanakan sistem pendidikan untuk mewujudkan generasi bangsa yang hebat.
"Ujung tombak pendidikan itu di guru," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.