Tuchel mainkan Mainoo
Bagaimana dengan Tuchel?
Pelatih Inggris ini lebih dipaksa memainkan lapis kedua timnya untuk meredakan kemarahan penggemar Inggris yang tidak puas dalam caranya menangani sejumlah pemain.
Kecuali prestasi mencapai semifinal dengan tak pernah kalah dalam laga-laga sebelum semifinal, proyek Tuchel bisa dibilang gagal total.
Seleksi pemain yang dia lakukan dianggap membawa bencana yang semakin terbuktikan oleh kekalahan menyakitkan dari musuh bebuyutan, Argentina, dalam semifinal.
Formulanya yang tadinya dianggap bakal lebih baik dari pada pendahulunya, Gareth Southgate, ternyata tak menawarkan warna baru pada corak dan gaya bermain Inggris.
Three Lions tampil tak begitu memuaskan, walau tak pernah kalah sampai perempat final.
Keputusan Tuchel untuk tak memainkan Kobbie Mainoo, yang menjadi bagian instrumental dalam keberhasilan Manchester United masuk lagi kompetisi Liga Champions, menjadi pusat kritik pengamat dan penggemar sepak bola di Inggris terhadap Tuchel.
Tuchel sendiri sudah mengisyaratkan akan memainkan Mainoo kala menghadapi Prancis, walau sudah sangat terlambat.
Dia juga bisa memainkan Marcus Rashford, Ollie Watkins, Noni Madueke, dan Ivan Toney, dengan menit bermain yang lebih lama.
Tapi Tuchel mungkin tetap memasang Harry Kane sebagai starter, dan juga Jude Bellingham. Kane adalah pencipta peluang terbanyak di Inggris, dengan 23 peluang.
Kane bisa bertarung head to head dengan Mbappe yang sudah mencetak 33 peluang, atau hanya kurang satu peluang dari catatan Messi dengan 34 peluang.
Prancis sendiri menciptakan total peluang lebih banyak dengan 120 peluang, ketika Inggris membuat total 99 peluang.
Namun efektivitas Inggris dalam mengonversi peluang menjadi gol masih lebih baik dari pada Prancis. Jika Prancis 13 persen, maka Inggris 14 persen.
Meskipun begitu, xG Prancis lebih tinggi ketimbang Inggris; 13,79 melawan 12,7.
Baca juga: Berkat gol penalti menit 22, Spanyol ke final Piala Dunia dengan bekuk Prancis 2-0
Pewarta: Jafar M SidikEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.