Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meresmikan bangunan SDN Pasirklewih, Kecamatan Mande yang direlokasi dan dibangun melalui program tanggung jawab sosial perusahaan oleh salah satu perusahaan di daerah itu.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Sabtu, mengatakan lokasi sekolah yang sebelumnya jauh dari perkampungan warga direlokasi ke tempat lebih dekat, sehingga jarak tempuh siswa ke sekolah menjadi dekat.
Fasilitas sekolah yang baru dilengkapi sarana pendukung yang memadai, seperti ruang kelas yang representatif, toilet sehat, lapangan, serta mebel sekolah yang ditargetkan rampung di akhir Juli 2026.
"Relokasi dilakukan agar sekolah berada lebih dekat dengan permukiman warga dan memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa, serta tidak jauh dari rumah untuk pergi sekolah," katanya.
Alasan lain relokasi SDN Pasirklewih karena lokasi sekolah terlalu dekat dengan kawasan pabrik sehingga disepakati bersama Disdikpora, DPMD, DLH Cianjur, pemerintah desa, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk dipindahkan.
"Kami berharap dengan dekatnya sekolah ke perkampungan dapat memaksimalkan penerimaan siswa setiap tahunnya serta angka lama dan rata-rata sekolah juga terus meningkat," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sektor swasta dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ke depan berbagai upaya dalam meningkatkan angka pendidikan dan kesulitan dalam memenuhi sarana dan prasarana penunjang pendidikan di Kabupaten Cianjur juga melibatkan berbagai kalangan dan pihak swasta.
"Kami berharap bangunan baru hasil kolaborasi dengan pihak swasta atau perusahaan dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Cianjur," katanya.
Tercapainya kerja sama dengan pihak swasta dalam membantu pembangunan, kata dia, akan terus dijalin dengan pihak lainnya, sehingga kekurangan mebel sekolah dan masih tingginya jumlah ruang kelas yang rusak dapat berkurang setiap tahun.
"Kami akan terus berupaya mengurangi jumlah kekurangan mebel sekolah dan ruang kelas di Cianjur bekerja sama dengan pihak swasta dan berbagai kalangan lain di Cianjur, karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.