Cirebon (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono memastikan pihaknya menindaklanjuti hasil kajian Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar, mengenai perilaku konsumsi media, utamanya generasi Z sebagai dasar memperkuat upaya menjaga kedaulatan informasi di daerah.

Ono saat memberikan keterangan di Cirebon, Jabar, Rabu, mengatakan derasnya arus informasi di era digital harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar mampu membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.

Menurut dia, jumlah pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai sekitar 235,2 juta orang membuat ruang digital menjadi sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.

"KPID sudah melakukan kajian dan hasilnya kami tindak lanjuti sebagai dasar memperkuat upaya menjaga kedaulatan informasi di Jabar," katanya.

Ono menilai perkembangan teknologi juga memunculkan berbagai tantangan, mulai dari penyebaran hoaks, penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat konten palsu atau deepfake, hingga praktik clickbait yang semakin banyak ditemukan.

Oleh karena itu, kata dia, negara perlu memastikan ruang publik diisi informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Sementara itu, Ketua KPID Jabar Adiyana Slamet mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah pola konsumsi media masyarakat, khususnya kalangan Generasi Z, sehingga diperlukan penguatan edukasi literasi penyiaran.

Ia menjelaskan hasil penelitian KPID Jabar pada 2025 terhadap 601 responden dari generasi X, Y, dan Z menunjukkan sebanyak 99,8 persen generasi Z telah menggunakan media berbasis internet.
 



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026