Bandung (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiapkan bangunan bekas Rumah Sakit (RS) Soreang menjadi gedung definitif SMP Negeri 5 Soreang untuk menambah daya tampung peserta didik di wilayah tersebut yang terus meningkat setiap tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Asep Kusumah di Bandung, Selasa, mengatakan SMPN 5 Soreang telah beroperasi selama tiga tahun dan meluluskan angkatan pertama pada 2026 dengan kegiatan belajar mengajar masih menumpang di ruang kelas SD Cibiru Soreang.
"Selama ini, aktivitas pembelajaran masih menumpang dengan menggunakan ruang kelas di salah satu SD di Soreang. Setelah kami melakukan survei langsung ke lapangan, ternyata dari sisi konstruksi, bangunan eks RS Soreang bisa menjadi alternatif yang sangat representatif," katanya.
Ia mengatakan gedung tersebut sebelumnya merupakan bangunan sekolah dasar sehingga dinilai tepat dikembalikan fungsinya sebagai fasilitas pendidikan.
Selain itu, lokasinya yang berada di pusat Kecamatan Soreang dan terintegrasi dengan Kantor Kecamatan, Polsek, Masjid Agung, serta Alun-Alun Soreang cukup strategis untuk mengakomodasi kebutuhan daya tampung peserta didik di wilayah tersebut.
"Sesuai dengan arahan Pak Bupati, pemilihan lokasi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis. Pertama, dari sisi titik lokasi, gedung ini sangat ideal untuk mengakomodir kebutuhan daya tampung lulusan di wilayah Soreang," ujarnya.
Menurut dia, gedung tiga lantai tersebut memiliki fasilitas lift, ruang terbuka, jaringan air dan listrik, serta kamar mandi di setiap ruangan sehingga lebih efisien dimanfaatkan dibandingkan membangun sekolah baru dari awal yang membutuhkan lahan dan anggaran besar.
Dia mengatakan Disdik Kabupaten Bandung telah berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta mengajukan surat permohonan pemanfaatan gedung tersebut.
Pemerintah daerah selanjutnya akan melibatkan konsultan teknis untuk menguji kembali kelayakan struktur sekaligus menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi.
"Kami berharap penataan dapat dipercepat melalui APBD Perubahan sehingga awal 2027 sudah mulai ada aktivitas. Targetnya pada tahun ajaran 2027/2028 sekolah sudah dapat beroperasi secara optimal," kata Asep.
Disdik menilai rencana tersebut menjadi relevan mengingat jumlah lulusan SD dan MI di Kecamatan Soreang mencapai sekitar 1.985 hingga 2.000 siswa setiap tahun.
Sementara daya tampung SMP negeri baru mendekati 1.900 siswa, termasuk tambahan tiga rombongan belajar SMPN 5 Soreang, sedangkan jumlah riil anak usia sekolah mencapai 2.115 anak, sehingga penambahan fasilitas pendidikan dinilai masih diperlukan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.