Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan membongkar dan menyesuaikan fisik bangunan Perpustakaan Gasibu untuk mengintegrasikan kawasan tersebut dengan lanskap halaman depan Gedung Sate menjadi ruang publik yang fungsional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan "penghapusan" bangunan fisik perpustakaan ikonik di Kota Bandung tersebut dipastikan telah menempuh seluruh tahapan regulasi hukum yang berlaku, termasuk penyelesaian administrasi penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) sebelum alat berat diturunkan di lapangan.

"Bangunan Perpustakaan Gasibu diadaptasikan dengan desain lanskap penataan Gasibu yang terintegrasi dengan halaman Gedung Sate. Hal tersebut dilakukan dalam rangka harmonisasi antara elemen alam dan elemen buatan di kawasan Gasibu agar lebih fungsional, rapi, dan indah," ujar Herman di Bandung, Selasa.

Herman memastikan hilangnya bangunan fisik tersebut tidak akan mengurangi komitmen Pemprov Jabar dalam memfasilitasi kebutuhan literasi publik. Sebagai gantinya, konsep penyediaan buku bacaan bagi masyarakat di pusat kota tersebut akan dialihkan secara penuh ke sistem teknologi modern.

Baca juga: Pemprov Jabar tegaskan Jalan Diponegoro tetap dibuka
Baca juga: Dishub menerapkan rekayasa lalu lintas imbas revitalisasi Gedung Sate

"Perpustakaan Gasibu akan bertransformasi menjadi perpustakaan digital sehingga masyarakat dapat mengakses layanan literasi secara lebih mudah dan modern," katanya.

Herman menambahkan selain mengandalkan platform digital, Pemprov Jabar juga menyiagakan armada perpustakaan keliling (mobile library) di sekitar lingkar kawasan Gasibu untuk memfasilitasi warga maupun pengunjung yang tetap membutuhkan akses fisik terhadap koleksi buku cetak pada hari-hari tertentu.

Proyek penataan koridor Gedung Sate-Gasibu ini sendiri, ditargetkan Pemprov Jabar, mampu menciptakan kawasan ikon Jawa Barat yang lebih aman, nyaman, inklusif, dan representatif bagi publik tanpa mendegradasi fungsi sosial, budaya, olahraga, maupun edukasi.

Selama proses pengerjaan konstruksi dan lanskap berjalan, pemprov mengimbau para pengguna jalan serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi untuk menyesuaikan rute perjalanan, tertib mengikuti pengaturan lalu lintas, serta mematuhi seluruh arahan keselamatan dari petugas di lapangan.

Baca juga: KDM jamin penyatuan Gedung Sate-Gasibu penuhi regulasi cagar budaya
Baca juga: KDM sebut lintasan lari Gasibu tetap eksis walau ada revitalisasi
Baca juga: Akademisi ingatkan revitalisasi Gedung Sate lebih baik dikaji dulu



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026