Tasikmalaya, Jawa Barat (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melalui program Tasikmalaya Cerdas Keuangan (Caang) untuk mendukung agenda nasional mewujudkan masyarakat semakin bijak mengelola keuangan, terlindungi, dan sejahtera.

"Tasikmalaya Caang bukan sekadar rangkaian kegiatan edukasi, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang cerdas keuangan," kata Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati di Tasikmalaya, Senin.

Ia menuturkan pihaknya meluncurkan program Caang sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus mendukung agenda nasional dalam mewujudkan masyarakat cerdas terhadap keuangan.

Program Tasikmalaya Caang itu, kata dia, merupakan implementasi sinergi OJK dengan pemerintah daerah Kota Tasikmalaya dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui pendekatan efek ganda yaitu membentuk agen literasi keuangan di berbagai lapisan masyarakat yang lebih luas, masif, dan berkelanjutan.

Program tersebut, kata dia, sejalan dengan komitmen OJK untuk terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, media massa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Melalui pendekatan multiplier effect, setiap peserta diharapkan menjadi agen literasi keuangan yang mampu menyebarluaskan edukasi kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat sekitarnya," katanya.

Ia menyampaikan program tersebut penting seiring meningkatnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan di era digital agar semakin memahami manfaat, risiko, hak, dan kewajibannya dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan, kemudian mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak sekaligus terhindar aktivitas keuangan ilegal.

Ia menyebutkan selama semester satu tahun 2026, program Caang telah menjangkau lebih dari 58 ribu peserta edukasi keuangan secara langsung.

Program tersebut, lanjut dia, telah membentuk berbagai agen literasi keuangan, antara lain penyuluh agama, babinsa dan anggota kodim, karang taruna, tenaga pendidik, serta mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) yang diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 98 ribu masyarakat.

OJK Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar program Tasikmalaya Caang menjadi gerakan literasi keuangan yang berkelanjutan.

"Dengan demikian, manfaat literasi keuangan dapat terus berkembang, memberikan dampak nyata, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih terlindungi, berdaya, dan sejahtera," katanya.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026