Cianjur (ANTARA) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat, Abdul Karim, mendorong percepatan pembangunan pelabuhan di Pantai Janyanti di Kecamatan Cidaun, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi nelayan serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Akibat pesisir dengan kolam labuhan yang tidak memadai dan tidak dapat menampung ribuan perahu-perahu nelayan, maka sebagian perahu terpaksa ditambatkan agak ke tengah laut. Maka apabila datang gelombang tinggi, ada perahu terhanyut hilang. Ini yang sering dikeluhkan nelayan sini," kata Abdul Karim di Cianjur, Selasa.

Ia mengatakan, keberadaan pelabuhan dan kolam labuh untuk nelayan menambatkan perahu yang luas dan memadai dinilai dapat memberikan rasa aman dan bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke pantai selatan seiring penataan yang dilakukan layaknya pelabuhan lain di Jawa Barat umumnya.

Berdasarkan data dari rukun nelayan setempat, tercatat sekitar 2.000 nelayan dengan 2.000 perahu yang aktif beroperasi setiap harinya, namun kapasitas kolam labuh yang tersedia hanya dapat menampung sekitar 300 perahu.

"Kehilangan perahu bagi nelayan sama dengan kehilangan mata pencaharian utama untuk menghidupi keluarga, sehingga pembangunan kolam labuh merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak sejak lama," katanya.

Bahkan mereka memberikan masukan terkait wisata bahari yang dapat dilayani nelayan ketika tidak dapat melaut layaknya wisata bahari lainnya seperti Pangandaran, Pelabuhan Ratu, dan pantai lainnya, sehingga mereka dapat memperoleh tambahan pendapatan.

Selama ini ketika tidak dapat melaut karena musim paceklik ikan atau gelombang tinggi, sebagian besar dari ribuan nelayan di pesisir selatan Cianjur, hanya bisa menganggur karena tidak memiliki keahlian lain.

Karena itu, kata Karim, pihaknya akan terus mendorong pembangunan pelabuhan dan kolam labuh dapat segera terwujud di Pantai Jayanti, selain kawasan pantai tertata diharapkan sarana dan prasarana penunjang terus dilengkapi sehingga menarik minat wisatawan untuk datang.
 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Zaenal Abidin

COPYRIGHT © ANTARA 2026