Sumedang (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menyiapkan tenaga kerja yang kompeten melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi untuk mendukung kebutuhan dunia usaha dan industri sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang Taufik Hidayat Slamet di Sumedang, Jumat, mengatakan pelatihan yang dilaksanakan Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di dunia kerja.
"Program ini merupakan bagian dari upaya BLK Kabupaten Sumedang untuk terus aktif mendukung penekanan dan pengentasan angka pengangguran di Kabupaten Sumedang," katanya.
Menurut dia, peningkatan kompetensi angkatan kerja menjadi kebutuhan seiring perkembangan dunia usaha dan industri di Kabupaten Sumedang sehingga diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang siap kerja sekaligus memiliki daya saing.
Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Sumedang pada 2025 tercatat sebesar 6,08 persen dengan 572 ribu orang telah bekerja dari jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 609 ribu orang pada periode yang sama.
Momentum menggairahkan ekonomi daerah Sumedang sendiri dinilai menjadi relevan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang pada 2025 mencapai 5,48 persen, naik dari 4,05 persen pada tahun sebelumnya.
Pemkab menilai peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya iklim investasi dan pengembangan kawasan industri yang semakin didukung keberadaan Sumedang sebagai bagian dari kawasan strategis Rebana.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan dunia usaha terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan pasar terus meningkat.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut pada periode saat ini akan berlangsung pada 16-24 Juli 2026 di Sumedang Creative Center dengan tiga bidang, yakni barista, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian dan perikanan yang mencakup pembuatan roti dan olahan ikan, serta digital marketing.
Dia menambahkan kegiatan tersebut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan APBD Kabupaten Sumedang Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan seluruh rangkaian pelatihan harus berorientasi pada hasil, yakni peserta memperoleh pekerjaan atau mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.
"Tujuannya adalah setelah pelatihan semua peserta bisa bekerja. Karena itu, faktor-faktor pendukung yang mengarahkan peserta memperoleh pekerjaan harus dihadirkan dan dilibatkan," katanya.
Dia juga menyebut peserta tidak hanya memperoleh materi dan praktik pelatihan, tetapi juga sertifikasi kompetensi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pakaian seragam, alat tulis, uang saku sebesar Rp50 ribu per hari selama pelatihan, hingga kesempatan untuk disalurkan bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.