Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat menyiapkan agen di setiap desa dan kelurahan untuk mendukung penerapan Perlinsos Digital 2026, sehingga masyarakat yang mengalami kendala mengakses layanan tetap dapat mendaftar.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang Agus Kori Hidayat di Sumedang, Jumat, mengatakan Agen Perlinsos disiapkan agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan digital secara merata meski memiliki keterbatasan perangkat maupun kemampuan menggunakan aplikasi.

"Bagi warga yang belum memiliki fasilitas atau mengalami kesulitan menggunakan aplikasi, pemerintah telah menyiapkan Agen Perlinsos di tingkat desa dan kelurahan agar pelayanan tetap mudah dijangkau," katanya.

Ia menjelaskan Sumedang menjadi salah satu daerah uji coba penerapan Perlinsos Digital, karena dinilai berhasil menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), sehingga dipercaya Kementerian Sosial untuk mengimplementasikan sistem tersebut.

"Sumedang dipilih sebagai salah satu lokasi uji coba Perlinsos Digital karena dinilai berhasil menerapkan digitalisasi pemerintahan melalui SPBE. Kami menyambut baik program ini, karena akan mempermudah masyarakat," ujarnya.

Menurut Agus, Perlinsos Digital memungkinkan masyarakat mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan sosial secara mandiri, mengecek status kelayakan, hingga menyampaikan sanggahan apabila terdapat ketidaksesuaian data penerima.

Ia menambahkan sistem tersebut terintegrasi dengan berbagai data kependudukan pemerintah, sehingga proses verifikasi dapat dilakukan lebih cepat, transparan, dan akurat.

Ia menyebut bahwa masyarakat yang ingin mengakses layanan cukup menggunakan telepon pintar yang telah mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Hal tersebut dinilai dapat membantu warga Sumedang, karena sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumedang pada 2025 tercatat sebesar 8,81 persen atau sekitar 105,82 ribu jiwa, sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 6,08 persen.

Agus berharap penerapan Perlinsos Digital yang didukung Agen Perlinsos di desa dan kelurahan mampu memperkuat integrasi data perlindungan sosial secara langsung, sehingga penyaluran bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) semakin tepat sasaran serta mudah diakses masyarakat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026