Sumedang (ANTARA) - Tim gabungan berhasil mengevakuasi seorang pekerja bangunan yang tertimbun longsoran tembok penahan tebing (TPT) saat pembangunan rumah kos di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, setelah proses evakuasi selama sekitar satu setengah jam.

Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas di Sumedang, Jumat, mengatakan bahwa korban berhasil dievakuasi setelah tertimbun Tembok Penahan Tebing (TPT) proyek rumah kos dengan tinggi sekitar delapan meter.

"Korban tertimbun ditemukan kurang lebih satu jam sampai satu setengah jam dari proses evakuasi dilakukan dengan kedalaman timbunan kurang lebih 50 sentimeter dan tinggi TPT sekitar delapan meter," katanya.

Dirinya mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika para pekerja telah menyelesaikan persiapan pengerjaan fondasi bangunan rumah kos dan hendak beristirahat untuk melaksanakan Shalat Jumat.

Ia menyebut bahwa longsoran tersebut diduga berasal dari getaran pada aktivitas penggalian menyebabkan fondasi gantung di bagian atas roboh dan menimpa dua pekerja.

Menurut Rogers, longsoran tersebut sempat menimpa dua orang pekerja yang hendak bersiap melakukan ibadah, tetapi seorang pekerja berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka di bahu dan pelipis, sedangkan korban yang meninggal dunia tidak sempat keluar dari area galian.

"Sebenarnya ada dua pekerja yang tadi sudah diwanti-wanti sama mandor untuk keluar dari tempat kerja atau dari fondasi yang digali. Yang meninggal dunia masih memperbaiki tali sepatu atau masih memakai sepatu, jadi tidak sempat menyelamatkan diri," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia mengatakan saat kejadian terdapat delapan pekerja yang berada di lokasi proyek pembangunan rumah kos tersebut.

Ia menjelaskan proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan karena beratnya material reruntuhan TPT dengan berukuran besar yang harus diangkat

"Karena reruntuhan itu, patahan-patahan fondasi sangat besar dan berat. Itu cor-coran dengan batu alam juga, jadi sedikit kesulitan untuk diangkat sehingga dipecah-pecahkan dan bercampur dengan tanah," katanya.

Korban yang mengalami luka telah dilarikan ke rumah sakit Universitas Padjajaran (Unpad) untuk mendapatkan perawatan, sedangkan jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Jatinangor sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Rogers menambahkan polisi bersama pemerintah desa menghentikan sementara aktivitas pembangunan di lokasi kejadian dan tetap memasang garis polisi serta mengimbau pemilik bangunan dan warga sekitar agar meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat potensi longsor susulan.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026