Cirebon (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, mencatat volume angkutan barang mencapai 101.918 ton selama Januari hingga Juni 2026, dengan komoditas semen masih menjadi penyumbang terbesar dalam layanan logistik berbasis kereta api di wilayah ini.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin saat dikonfirmasi di Cirebon, Kamis, mengatakan capaian tersebut menunjukkan layanan angkutan barang berbasis rel masih menjadi pilihan bagi pelanggan untuk mendistribusikan berbagai komoditas.
Berdasarkan data, kata dia, angkutan semen mendominasi dengan volume 93.840 ton atau sekitar 92 persen dari total angkutan barang selama periode tersebut.
“Selain semen, KAI Daop 3 Cirebon juga mengangkut 1.928,5 ton parcel, 471,5 ton Barang Hantaran Potongan (BHP), serta 5.678 ton barang pendukung prasarana perkeretaapian,” katanya pula.
Ia menambahkan, penggunaan kereta api sebagai moda logistik dinilai mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara efisien, sekaligus mendukung distribusi yang lebih aman dan tepat waktu.
Menurut dia, layanan angkutan barang berbasis rel juga berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon karena sebagian distribusi beralih dari angkutan jalan raya ke kereta api.
Muhibbuddin menuturkan ketersediaan sarana menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keandalan distribusi logistik, sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
KAI Daop 3 Cirebon, lanjut dia, akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat konektivitas logistik guna memenuhi kebutuhan distribusi berbagai sektor usaha.
“Kami juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha, industri, maupun penyedia jasa logistik yang membutuhkan layanan angkutan barang berbasis kereta api,” katanya lagi.
Ia menyampaikan peningkatan penggunaan kereta api untuk distribusi barang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap angkutan jalan raya, menekan potensi kendaraan over dimension over loading (ODOL), serta membantu mengurangi kemacetan dan emisi gas rumah kaca.
Upaya tersebut, kata dia lagi, sejalan dengan pengembangan sistem logistik nasional yang lebih efisien dan mendukung transportasi rendah karbon.
“Ke depan kami akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas logistik, serta menghadirkan layanan yang semakin andal dan kompetitif guna memenuhi kebutuhan distribusi barang di berbagai sektor,” ujar dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.