Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat memperkuat pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui layanan Keluarga Berencana (KB) permanen yang diikuti 490 akseptor Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP).
Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Kamis, mengatakan program KB permanen merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk mewujudkan keluarga yang lebih berkualitas melalui perencanaan jumlah anak sesuai kondisi masing-masing keluarga.
"Setelah saya berbincang-bincang dengan pasien, rata-rata mereka sudah memiliki empat anak atau lebih. Bahkan ada yang memiliki tujuh anak. Tentu ini (KB permanen) merupakan salah satu program yang sangat baik untuk mendukung terwujudnya keluarga yang lebih berkualitas," katanya.
Ia menjelaskan pelayanan KB permanen tahun ini menargetkan 420 akseptor MOW dan 70 akseptor MOP. Tingginya jumlah peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program keluarga berencana.
Menurut dia, pengendalian penduduk menjadi salah satu upaya penting untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera, sekaligus memastikan setiap anak memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan kualitas hidup yang lebih baik.
Hal itu sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk Kabupaten Bandung pada 2024 mencapai sekitar 3,8 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk tahunan periode 2020–2024 yang umumnya berada pada kisaran 1–2 persen di setiap kecamatan.
Dadang menambahkan keberhasilan penyelenggaraan layanan KB permanen tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah bersama berbagai pihak dalam mengedukasi dan memfasilitasi masyarakat mengikuti program tersebut.
"Mudah-mudahan seluruh tindakan berjalan lancar dan berhasil sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Ia berharap layanan KB permanen dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap program keluarga berencana sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.