Cianjur (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberikan bantuan sebanyak 11 pompa air untuk pompanisasi sebagai upaya pengendalian dan antisipasi kekeringan di delapan kecamatan mulai dari utara hingga selatan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHP Kabupaten Cianjur Dadan Hendrayana, di Cianjur, Kamis, mengatakan mitigasi dampak dan ancaman kekeringan telah dilakukan berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, BBWS Citarum, Dinas TPH Provinsi Jabar, dan Dinas PUTR Cianjur.
Bantuan 11 pompa air dalam program pompanisasi di delapan kecamatan itu meliputi Kecamatan Cidaun sebanyak 1 unit, Cijati (2), Cilaku (2), Agrabinta (1), Cibinong (1), Leles (1), Cibeber (1), dan Kadupandak (2).
“Bantuan di sejumlah kecamatan itu termasuk sistem pembagian air di daerah irigasi yang sudah dikelola dengan baik, di mana pembagian ditentukan dalam Rencana Tata Guna Lahan dan Air (RTGR),” katanya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan kondisi saluran irigasi baik primer, sekunder maupun tersier serta saluran atau bendungan yang mengalami gangguan fungsi saat musim kemarau dapat segera dilakukan perbaikan.
Bahkan, ia memastikan beberapa daerah irigasi sudah mendapatkan perbaikan dan normalisasi seperti Daerah Irigasi Cibalagung, Ciheulang, dan Cihea, sehingga kebutuhan air untuk pertanian dapat terjaga ketika musim kemarau berlangsung lama.
Untuk mengatur jadwal pembangunan air saat musim kemarau, pihaknya melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Kepala UPTD Pertanian, Kepala UPTD Pengairan, dan P3A Mitra Cai, bekerja sama dengan masyarakat terutama petani.
"Langkah tersebut dilakukan ketika musim kemarau panjang terjadi area persawahan tetap produktif, pembagian jadwal akan diatur bersama, sehingga tidak ada sawah yang kering atau gagal panen karena tidak mendapat air," katanya.
Ia menambahkan, selama ini ketika masuk musim kemarau, pihaknya telah menyalurkan bantuan sebanyak 244 unit pompa air ke seluruh kecamatan di Kabupaten Cianjur dengan harapan dapat berfungsi saat musim kemarau melanda.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.