Cimahi (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Jawa Barat, menyiapkan sedikitnya lima unit mobil tangki untuk mendukung distribusi air bersih kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan di Cimahi, Kamis, mengatakan armada tersebut merupakan hasil koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) di wilayah tersebut.

"Untuk sementara ini, karena BPBD sendiri belum mempunyai peralatan mobil tangki secara mandiri, kita masih berkoordinasi dengan dinas-dinas yang punya mobil tangki," katanya.

Ia mengatakan sedikitnya lima unit mobil tangki disiapkan sebagai potensi awal untuk mendukung operasi distribusi air bersih apabila kebutuhan masyarakat meningkat selama musim kemarau.

"Setidaknya ada lima armada, lima unit mobil tangki yang siap bergerak jika diperlukan untuk melaksanakan distribusi air bersih kepada masyarakat," ujarnya.

Selain menyiapkan armada, BPBD juga mengaktifkan posko siaga darurat kekeringan sebagai pusat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dalam penanganan dampak musim kemarau.

Menurut dia, aktivasi posko menjadi bagian dari penetapan status siaga darurat sehingga penanganan tidak hanya dilakukan BPBD, tetapi melibatkan seluruh instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya.

"Status siaga darurat kekeringan itu di dalamnya mencakup termasuk perintah aktivasi posko. Sekarang ini ada posko dengan melibatkan seluruh OPD yang terkait untuk mengantisipasi musim kemarau ini," katanya.

BPBD mencatat hingga saat ini telah menerima laporan awal terkait kekeringan dari Kelurahan Cibeureum, meski kondisi yang terjadi masih tergolong ringan dan terus dipantau bersama perangkat kewilayahan.

Berdasarkan pengalaman kekeringan pada 2023, hampir seluruh wilayah Kota Cimahi berpotensi terdampak krisis air bersih. Saat itu sekitar 300 dari 312 RW yang tersebar di 15 kelurahan melaporkan kebutuhan air bersih kepada pemerintah.

Ia menambahkan distribusi air bersih dilakukan bukan karena sumber air tidak tersedia sama sekali, melainkan untuk memenuhi kebutuhan air yang layak dikonsumsi masyarakat ketika kualitas air di sejumlah wilayah menurun selama musim kemarau.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026