Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengambil langkah konkret menyukseskan jalannya Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dengan memberikan keteladanan langsung lewat sensus di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jabar.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan membuka pintu Rumah Dinas di Jalan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Rabu, untuk diverifikasi dan dicacah langsung oleh tim petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat.
"Ini menjadi langkah proaktif dan wujud dukungan penuh Pemprov Jabar sekaligus garansi bahwa kami berdiri di garda terdepan dalam menyukseskan penyelenggaraan sensus nasional," katanya.
Proses pendataan di kediaman orang nomor dua di Jabar itu dipimpin langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, dengan pelaksana teknis Ferendra Kusdwinuryanto Saputro sebagai Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan Ria Yunita Emkaen selaku Petugas Pendataan Lapangan (PPL).
Bagi Pemprov Jabar, kata Erwan, keterlibatan aktif ini sangat krusial mengingat hasil akhir dari SE2026 akan menjadi kompas utama sekaligus dasar penyusunan berbagai kebijakan strategis pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah secara mutakhir.
Erwan menyerukan agar keterbukaan yang dicontohkan pihak eksekutif ini diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha.
"Saya mengajak masyarakat Jawa Barat untuk berperan aktif dalam mengikuti Sensus Ekonomi ini demi perbaikan ekonomi di Jawa Barat khususnya dan Indonesia pada umumnya," ujar Erwan.
Pemprov Jabar menegaskan validitas data terpercaya yang dihimpun melalui SE2026 merupakan prasyarat mutlak untuk melakukan evaluasi dan mitigasi ekonomi ke depan.
Melalui sinergi kuat antara masyarakat dan BPS, Pemprov Jabar optimistis mampu melahirkan kebijakan ekonomi yang jauh lebih inklusif, akurat, dan berkelanjutan di masa depan.
Usai diwawancarai, Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Barat ditempeli stiker SE2026.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.