Bandung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat memetakan 27 kecamatan berpotensi kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanganan dampak musim kemarau 2026 di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung Diki Sudrajat di Bandung, Rabu, mengatakan potensi kekeringan dapat terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bandung, meski tingkat kerawanan berbeda pada setiap kecamatan.
"Untuk antisipasi kekeringan sementara, sejumlah kecamatan sudah masuk pemetaan ke kami tergolong wilayah rawan. Tapi potensinya sebenarnya ada di seluruh kecamatan," katanya.
Dirinya mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan karakteristik wilayah, ketersediaan sumber air, kondisi lahan pertanian, serta riwayat kejadian kekeringan pada musim kemarau sebelumnya.
Ia menyebut wilayah berpotensi mengalami penurunan debit mata air, sungai, dan sumber air, meliputi Kecamatan Rancabali, Pasirjambu, Ciwidey, Pangalengan, Kertasari, Majalaya, Cicalengka, dan Nagreg.
Potensi kekurangan air bersih dipetakan terjadi di Kecamatan Soreang, Ibun, Rancaekek, Cileunyi, Cimaung, Dayeuhkolot, Margaasih, Katapang, Margahayu, dan Pameungpeuk, sedangkan gangguan irigasi serta kekeringan lahan pertanian diperkirakan terjadi di Kutawaringin, Cangkuang, Pacet, Paseh, Cikancung, Baleendah, Bojongsoang, Cimenyan, dan Ciparay.
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan puncak musim kemarau di wilayah tersebut diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 berdasarkan proyeksi BMKG, dengan potensi kekeringan yang masih berlanjut hingga September.
"Berdasarkan perhitungan BMKG, kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus. Bulan Agustus menjadi puncaknya, dan sampai September kekeringan masih berpotensi terjadi," ujarnya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, BPBD telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, dan dinas terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi, termasuk antisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian, kesehatan, dan kebakaran hutan serta lahan.
"Sesuai arahan pimpinan, salah satu langkah antisipasi adalah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke tiap kecamatan," katanya.
BPBD mengoptimalkan embung, sumur bor, dan penampungan air hujan, memperkuat sistem peringatan dini, serta memproses penetapan status siaga kekeringan Kabupaten Bandung guna mempercepat penanganan selama musim kemarau.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.