Kota Bandung (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat sebanyak enam maskapai menyatakan minat membuka penerbangan berjadwal menggunakan pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, seiring upaya optimalisasi kembali operasional bandara tersebut.
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim mengatakan respons maskapai terhadap rencana pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara cukup positif.
“Respons yang ada cukup positif terhadap kebijakan pemerintah ini, kami mencatat ada enam maskapai yang menyatakan tertarik membuka penerbangan pesawat jet berjadwal di Bandung," kata Arie dalam keterangan diterima di Bandung, Jawa Barat, Rabu.
Ia menjelaskan sejumlah rute domestik yang diajukan maskapai meliputi Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Pontianak, Padang, Lampung, Pekanbaru, Kualanamu, Makassar, dan Palembang. Sementara untuk penerbangan internasional, rute yang tengah dibahas mencakup Singapura, Kuala Lumpur dan Johor Bahru.
Menurut Arie, seluruh usulan pembukaan rute akan dikoordinasikan bersama para pemangku kepentingan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
InJourney Airports saat ini juga terus mematangkan berbagai persiapan agar Bandara Husein Sastranegara dapat kembali melayani penerbangan domestik maupun internasional sesuai standar keselamatan, keamanan dan pelayanan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan.
“Pembahasan terkait potensi rute penerbangan telah dilakukan bersama maskapai domestik maupun internasional. Respons yang kami terima sangat positif,” ujarnya.
Dalam mendukung kesiapan operasional, InJourney Airports bersama Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan TNI Angkatan Udara terus memperkuat koordinasi guna memenuhi seluruh persyaratan pengoperasian bandara.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.