Cirebon (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memperkuat pembudayaan hidup sehat melalui penguatan peran tenaga Promosi Kesehatan (Promkes) di seluruh puskesmas sebagai ujung tombak edukasi dan pencegahan penyakit di kalangan masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, di Cirebon, Selasa, mengatakan tenaga kesehatan perlu menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup sehat agar edukasi yang diberikan kepada masyarakat lebih efektif.

Menurut dia, kebiasaan hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak masyarakat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Masyarakat akan lebih mudah menerima edukasi apabila tenaga kesehatan juga menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya,” kata dia.

Eni menuturkan perubahan perilaku masyarakat tidak cukup dilakukan melalui penyuluhan, namun memerlukan keteladanan dari para tenaga kesehatan, termasuk dalam menghindari kebiasaan merokok dan menerapkan pola makan sehat.

Ia mengatakan tenaga Promkes memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, termasuk mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui edukasi dan pendampingan di tingkat desa.

“Tenaga Promkes harus aktif turun ke lapangan, memberikan penyuluhan, serta hadir dalam kegiatan masyarakat karena upaya pencegahan dimulai dari hulu,” ujarnya.

Eni meminta tenaga Promkes memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan agar pembudayaan hidup sehat dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain itu, Dinkes Kabupaten Cirebon juga mengintegrasikan penguatan promosi kesehatan dengan pelaksanaan skrining tuberkulosis (TBC) yang mulai dilaksanakan di seluruh desa pada 13 Juli 2026 bersamaan dengan program Cek Kesehatan Gratis.

Menurut Eni, tenaga Promkes diharapkan mampu mengedukasi masyarakat, terutama kontak erat pasien TBC, agar bersedia menjalani pemeriksaan sehingga penemuan kasus dapat dilakukan lebih dini.

“Jika kasus TBC yang ditemukan meningkat, itu menunjukkan proses deteksi dini berjalan baik sehingga pasien bisa segera diobati dan penularan dapat dicegah,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Tim Kerja Promkes dan Komunitas Dinkes Provinsi Jawa Barat Lulu Attiah Hafizah mengatakan keberhasilan pembudayaan hidup sehat membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pembudayaan hidup sehat memerlukan keterlibatan semua pihak sehingga implementasinya dapat berjalan lebih optimal di setiap tatanan masyarakat,” ujarnya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026