Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama puskesmas di seluruh kecamatan wilayah itu melalukan berbagai upaya penanganan dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) secara preventif, termasuk memberikan pelayanan pengobatan gratis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur Javed Mataputung di Cianjur, Selasa, mengatakan selama periode Januari hingga Juni 2026 terdapat 5.763 kasus TBC dan 25 orang diantaranya meninggal dunia.

Karena itu berbagai upaya dilakukan, termasuk mendata jumlah kasus penyebaran TBC guna mengetahui cara penanganan selanjutnya, selain memberikan edukasi pencegahan TBC ke masyarakat potensial terpapar.

"Sedangkan bagi masyarakat yang mengidap TBC diberikan pengobatan di puskesmas setempat secara gratis. Terdata dari 5.763 orang warga positif TBC, 4.643 diantaranya sedang menjalani pengobatan," katanya.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan petugas, lanjutnya, penyebaran TBC hampir merata ditemukan di 32 kecamatan yang ada di Cianjur mulai dari utara hingga selatan karena penyebaran bakterinya dapat melalui udara.

Pihaknya bersama tenaga kesehatan di setiap puskesmas menggencarkan edukasi dan sosialisasi terkait pola hidup sehat serta menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah agar terhindari dari berbagai penyakit menular, termasuk TBC.

Penyebaran TBC, kata dia, paling potensial melalui udara. Paparan mikroba tuberkulosis dapat menular dari batuk penderita atau saat membuang dahak sembarang terbawa udara dapat menular pada orang sekitar.

"Kami juga meminta masyarakat rutin melakukan cek kesehatan ke puskesmas atau klinik terdekat, guna memastikan kondisi kesehatannya, ketika terpapar segera berobat rutin ke puskesmas dan tidak dipungut biaya," katanya.

Dia menambahkan bagi masyarakat yang terpapar dapat menuntaskan pengobatan secara rutin di puskesmas atau layanan kesehatan lainnya, serta menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas sehari-hari terutama di luar rumah.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026