Kota Bandung (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan peran pustakawan sebagai penjaga nalar bangsa semakin strategis di tengah perkembangan era kecerdasan artifisial (AI) dan derasnya arus informasi digital.

Menurut Fajar, pustakawan tidak hanya berperan dalam mengelola koleksi perpustakaan, tetapi juga menjadi penghubung masyarakat dengan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Teknologi mampu menghadirkan informasi dalam hitungan detik. Namun tidak semua informasi adalah produk pengetahuan, apalagi kebijaksanaan. Di sinilah pustakawan hadir sebagai penjaga nalar, penghubung manusia dengan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Fajar dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital tidak akan menggantikan peran buku maupun pustakawan. Perubahan format buku dari cetak menjadi digital tidak menghilangkan nilai buku sebagai sarana melatih daya pikir mendalam, membentuk karakter, memperluas imajinasi, dan menumbuhkan kebijaksanaan.

 

Ia menilai pustakawan masa kini harus mampu bertransformasi menjadi kurator pengetahuan, fasilitator literasi digital, serta mitra guru dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan karakter peserta didik.

Lebih lanjut, Fajar juga menyinggung data Perpustakaan Nasional yang menunjukkan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional berada pada angka 54,8.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang besar untuk memperkuat budaya membaca masyarakat.

“Saya optimistis, setiap buku yang dibaca, setiap perpustakaan yang dihidupkan, dan setiap pustakawan yang menginspirasi adalah investasi bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai teknologi, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki budaya belajar dan gemar membaca.

Fajar menyebut penguatan ekosistem perbukuan, perpustakaan, budaya membaca, serta profesi pustakawan menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Dalam peringatan Hari Pustakawan Indonesia, Fajar mengajak seluruh satuan pendidikan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan ruang tumbuhnya budaya berpikir kritis, kreatif, serta reflektif.

“Hari Pustakawan Indonesia bukan sekadar memperingati sebuah profesi mulia, melainkan meneguhkan keyakinan bahwa kemajuan bangsa selalu dimulai dari budaya membaca,” kata dia.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamendikdasmen: Pustakawan jadi penjaga nalar bangsa di era AI

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026