Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengembangkan sentra komoditas mangga dan tembakau melalui penyaluran bantuan sarana produksi kepada kelompok tani sebagai upaya meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi hasil pertanian.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa, mengatakan bahwa pengembangan komoditas unggulan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
"Pengembangan komoditas unggulan harus memberi nilai tambah bagi petani, baik melalui peningkatan produksi maupun kualitas hasil panen," katanya di agenda panen raya Desa Tolengas, Kecamatan Tomo.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus menyalurkan dukungan berupa sarana produksi agar petani mampu mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi tinggi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
"Pemerintah daerah terus menyalurkan dukungan berupa sarana produksi agar petani mampu mengembangkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi tinggi sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing," ujarnya.
Dirinya menyebut Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Program Pengembangan Klaster Mangga dalam Proyek Pengembangan Hortikultura di Lahan Kering (HDDAP) telah menyalurkan bantuan kepada Gapoktan Tani Mukti di Desa Jembarwangi.
Bantuan tersebut berupa 780 bibit pohon mangga dan 366,687 kilogram pupuk untuk memperkuat pengembangan sentra mangga di Kecamatan Tomo.
Program HDDAP di Sumedang sendiri telah mengembangkan sentra mangga seluas 363,8 hektare yang tersebar di Kecamatan Jatigede seluas 280,91 hektare, Tomo 48,89 hektare, dan Ujungjaya 34 hektare.
Pengembangan tersebut menciptakan produksi mangga gedong gincu Sumedang mencapai sekitar 74 ribu ton per tahun sehingga menjadi salah satu sentra produksi mangga unggulan di Jawa Barat.
"Kami berharap bantuan sarana produksi ini dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, kualitas komoditas, dan pendapatan petani sehingga sektor pertanian dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Sumedang menyalurkan bantuan pupuk Natrium Fosfor Kalium (NPK) untuk komoditas tembakau kepada Kelompok Tani Cibeusi di Desa Darmawangi dan Kelompok Tani Jembar Mulia di Desa Jembarwangi guna mendukung peningkatan produksi.
Komoditas tembakau sendiri menjadi salah satu unggulan subsektor perkebunan di Kabupaten Sumedang dengan luas areal tanam sekitar 2.500 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Tomo, Ujungjaya, Jatigede, Tanjungsari dan Sukasari.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, produksi daun tembakau daerah itu mencapai sekitar 21 ribu ton per tahun sehingga menjadikan Sumedang sebagai salah satu sentra penghasil tembakau di Jawa Barat sekaligus daerah penerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dony berharap bantuan sarana produksi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, kualitas komoditas, dan pendapatan petani sehingga mampu memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.