Bandung (ANTARA) - Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung meluncurkan proyek inovasi tata ruang spasial bertajuk "Draintrack" : Pemetaan Partisipatif Infrastruktur Jalan dan Drainase Berbasis Strava dalam Perencanaan Pembangunan" pada Jumat (3/7).
Inovasi yang diinisiasi oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Pasanggrahan Faiman Wiharna selaku Peserta Diklat Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) itu, hadir untuk memutus rantai kelangkaan data (data gap).
Faiman di Bandung, Selasa, menjelaskan Draintrack mendisrupsi kelemahan tersebut dengan memobilisasi para Pengurus RT di wilayah untuk menjadi pemasok data murni menggunakan gawai. Sambil berjalan kaki menyusuri gang, koordinat spasial direkam melalui aplikasi Strava.
Untuk menghasilkan kualitas perencanaan yang presisi, rute dari Strava tersebut disinkronkan secara instan dengan pengisian kuesioner Google Form di lapangan. Tim lapangan mengunci variabel dimensi murni menggunakan meteran, yaitu panjang bentangan saluran/jalan, lebar, kedalaman, hingga identifikasi jenis penampang dan material konstruksi.
"Integritas keuangan negara bermula dari kejujuran data hulu. Oleh karena itu, data mentah dari aplikasi Strava disaring melalui proses pembersihan data (data cleaning) secara digital. Kami memverifikasi silang setiap lintasan koordinat dengan bukti foto murni dari kamera geotagging pada Google Form guna memitigasi risiko ketidakpresisian sinyal satelit (GPS drift) akibat rapatnya atap rumah warga di gang-gang Pasanggrahan," kata Faiman.
Menurutnya, perencanaan yang kurang baik selalu lahir dari data yang kabur.
"Dan Draintrack hadir untuk memastikan setiap usulan pembangunan di Kelurahan Pasanggrahan adalah usulan prioritas yang bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Setelah melewati proses sterilisasi data, seluruh file dikonversi menjadi format .KML/.KMZ dan divisualisasikan secara terbuka ke dalam Google My Maps yang menghasilkan sebuah peta informasi.
Peluncuran ini dihadiri langsung oleh seluruh elemen kewilayahan, mulai dari para Ketua RW, Ketua RT, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna (Karta), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga barisan Mitra Kelurahan lainnya.
Momentum kolaboratif ini menandai babak baru penegasan prinsip birokrasi modern di Pasanggrahan: bahwa sebuah usulan perencanaan pembangunan yang berkualitas hanya bisa lahir dari ketersediaan basis data lapangan yang jelas dari data informatif.
Lurah Pasanggrahan, Ulfah Sari selaku mentor, memberikan dukungan penuh dan menegaskan bahwa akurasi data spasial ini akan merombak total kualitas penentuan prioritas pembangunan di internal kelurahan.
Berdasarkan analisis manajemen teknis kewilayahan, pemicu utama kerusakan berulang pada jalan lingkungan adalah luapan air dari selokan di bawahnya yang dimensinya tidak lagi mampu menampung debit air akibat sedimentasi.
"Memperbaiki jalan tanpa membenahi drainase di bawahnya adalah cerminan perencanaan yang tidak efektif dan berujung pada pemborosan anggaran," kata Ulfah.
Inovasi ini, tambah Ulfah memberikan kemudahan bagi mereka dalam memperoleh data yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif dan transparan.
Peluncuran Draintrack membuktikan bahwa keterbatasan waktu diklat PKP bukan penghalang untuk melahirkan tata kelola pemerintahan yang profesional serta dapat mengawal akurasi perencanaan anggaran pembangunan di Kelurahan Pasanggrahan yang terus terjaga secara mandiri dan akuntabel di masa depan .
Pewarta: Jabar AntaranewsEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.