Kuningan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menargetkan menghimpun dana sebesar Rp900 juta pada Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) 2026, setelah realisasi tahun sebelumnya mencapai Rp703,88 juta.

"Pada 2025, penghimpunan dana mencapai Rp703,88 juta atau sekitar 88 persen dari target Rp800 juta. Tahun ini kami menetapkan target Rp900 juta,” kata Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar di Kuningan, Senin.

Ia mengatakan target tersebut ditetapkan untuk memperkuat dukungan terhadap berbagai program kemanusiaan yang dijalankan PMI di Kabupaten Kuningan.

Menurut dia, pencapaian target tersebut memerlukan dukungan seluruh unsur pemerintah, dunia pendidikan, pelaku usaha, sektor perbankan, pelaku pariwisata, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Ia menekankan aparatur sipil negara (ASN) juga diharapkan menjadi teladan dalam mendukung pelaksanaan Bulan Dana PMI, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan penggalangan dana.

"Saya mengajak seluruh kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga sektor perbankan untuk bersama-sama mendukung Bulan Dana PMI,” ujarnya.

Dian menuturkan Bulan Dana PMI bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan sosial untuk memperkuat kepedulian, empati, dan semangat gotong royong masyarakat.

Ia menilai PMI merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang berperan dalam pelayanan kemanusiaan, kebencanaan, kesehatan, dan bantuan sosial kepada masyarakat.

"Kehadiran PMI menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Selain meningkatkan partisipasi masyarakat, pihaknya pun mendorong inovasi dalam mekanisme penggalangan dana melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital berbasis QRIS.

Dian menilai penggunaan QRIS akan mempermudah masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan donasi sehingga potensi penghimpunan dana dapat semakin meningkat.

"Jangan hanya mengandalkan kupon. Kita harus mengikuti perkembangan zaman dengan menyediakan pembayaran melalui QRIS sehingga masyarakat lebih mudah berdonasi," ujarnya.

Pihaknya memastikan seluruh dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendukung pelayanan kemanusiaan, penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, dan bantuan sosial, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026