Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat merelokasi dua SD di Kecamatan Campaka dan Takokak karena masuk wilayah rawan bencana longsor dan pergeseran tanah yang terus meluas.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin di Cianjur, Minggu, mengatakan masih melakukan pendataan dan verifikasi ke lapangan terkait keberadaan bangunan sekolah yang berada di titik rawan bencana alam seperti di Kecamatan Campaka, Takokak, dan Kadupandak.

Proses relokasi segera dilakukan setelah data dan verifikasi tuntas dilakukan, guna menjamin keselamatan jangka panjang para peserta didik.

"Sebagian besar sekolah yang direlokasi terletak di wilayah rawan bencana terutama pergeseran tanah dan longsor yang kerap melanda wilayah selatan Cianjur, sehingga kegiatan belajar mengajar siswa didik terancam," katanya.

Hasil verifikasi sementara tercatat sekitar 15 satuan pendidikan yang posisinya berada di zona merah rawan bencana, sehingga tidak memungkinkan untuk dipertahankan sehingga segera di relokasi terutama di tiga kecamatan Campaka, Kadupandak, dan Takokak.

Dia menjelaskan, dua SD yang harus direlokasi segera tahun ini terletak di Kecamatan Campaka tepatnya SDN Karya Mukti yang sudah dua kali mendapat bantuan rehabilitasi, namun pergeseran tanah yang terus meluas membuat bangunan sekolah kembali rusak dan terancam ambruk.

Sedangkan SD lainnya terletak di Kecamatan Takokak yang menjadi langganan pergeseran tanah segera direlokasi ke tempat yang dinilai aman dan jauh dari bencana pergeseran tanah, termasuk yang sedang dilakukan pendataan sekitar 13 sekolah SD dan SMP.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemkab Cianjur guna melakukan relokasi sejumlah sekolah yang saat ini masih dalam pendataan jumlah totalnya karena berada di wilayah rawan bencana terutama di wilayah selatan," katanya.

Koordinasi dengan Koordinator Pendidikan (Kordik) di setiap kecamatan terus dilakukan, termasuk dengan aparat kecamatan dan desa untuk bermusyawarah memindahkan lokasi sekolah secara utuh ke lokasi aman dari pergeseran tanah.

Termasuk dalam penetapan lahan relokasi pihaknya berkolaborasi dengan jajaran pemerintah daerah dan desa guna memanfaatkan aset tanah milik pemda atau tanah kas desa demi kepentingan dunia pendidikan agar proses belajar mengajar tidak terhambat.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026