Tasikmalaya (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengidentifikasi sumber air bersih yang bisa dimanfaatkan masyarakat yang dilanda kekeringan dampak musim kemarau.
"Khusus untuk mengatasi kekurangan air bersih, BPBD telah melaksanakan koordinasi dengan para camat untuk identifikasi sumber air bersih di wilayahnya masing-masing," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya Roni Akhmad Sahroni, di Tasikmalaya, Jumat.
Ia menuturkan, Pemkab Tasikmalaya sudah melakukan persiapan untuk menghadapi dampak dari musim kemarau seperti kekeringan lahan maupun kesulitan air bersih.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pemetaan daerah mana saja yang rawan kesulitan air bersih akibat kemarau, karena Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah yang cukup berisiko terdampak kekeringan.
"Pada musim kemarau tahun ini Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah berisiko tinggi kekeringan," katanya.
Ia mengemukakan langkah mengatasi kekeringan itu di antaranya menyiapkan armada untuk mendistribusikan air bersih dan memanfaatkan secara optimal sumber air yang masih ada di sekitar masyarakat.
"Apabila ada warga desa yang membutuhkan air bersih dapat mengakses air bersih dari tempat terdekat," katanya.
Ia mengatakan, sampai saat ini kekeringan belum meluas melanda Kabupaten Tasikmalaya, sementara daerah yang mengajukan permohonan mendistribusikan air bersih baru dari Desa Kertanegla dan Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir.
Pemerintah desa tersebut, kata dia, mengajukan ke BPBD Tasikmalaya yang selanjutnya langsung didistribusikan air bersih sebanyak 15 ribu liter, dan saat ini sudah siap mendistribusikan 10 ribu liter untuk kebutuhan warga di daerah itu.
"Khususnya Desa Kertanegla dan Desa Pedangkamulyan sudah didistribusikan kemarin 15.000 liter, dan rencana hari ini akan dikirim lagi melalui PDAM 10 ribu liter," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.