Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menurunkan tim untuk melakukan asesmen daerah yang dilanda kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau, untuk selanjutnya menyiapkan langkah tepat dalam mengatasi daerah terdampak.

"Ya, sedang dilakukan asesmen," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani di Ciamis, Kamis.

BPBD Ciamis selama ini sudah melakukan pemetaan daerah rawan kekeringan dan menyiapkan personel dengan empat truk tangki air masing-masing berkapasitas 5 ribu liter untuk memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Hingga saat ini, pihaknya baru menerima laporan dari masyarakat melalui Pemerintah Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari terkait kebutuhan air bersih dan lahan yang kering.

"Laporannya sudah ada, tapi masih dikoordinasikan di Banjarsari, masih koordinasi tempat penampungan," katanya.

Ia menyampaikan asesmen yang dilakukan untuk mengetahui langsung berapa besar dampak kekeringan akibat musim kemarau dan kebutuhan masyarakat.

Keluhan sementara, kata dia, masyarakat di Desa Kawasen meminta bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari karena daerahnya sudah terdampak kemarau.

"Minta bantuan air bersih, kemarin baru minta," katanya.

Ia menyampaikan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera lapor apabila membutuhkan air bersih dan selanjutnya lebih bijak menggunakan air bersih dalam aktivitas sehari-hari.

"Puncak kemarau Agustus, masyarakat bijak menggunakan air," kata Ani.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026