Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat meminta masyarakat mengurangi kegiatan di luar rumah seiring cuaca panas yang dapat mencapai 34 derajat Celsius selama beberapa hari ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama di Cianjur, Kamis, mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG selama tiga hari ke depan potensi hujan cenderung menurun.
Secara umum untuk cuaca terkini di wilayah Cianjur cerah berawan, hingga berawan tebal, dan masih ada potensi hujan ringan skala lokal, dengan suhu udara mencapai 18 derajat hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 45 sampai 95 persen dan kecepatan angin 45 kilometer per jam.
"Informasi BMG selama tiga hari ke depan suhu udara di Cianjur bisa mencapai 34 derajat, sehingga harus diwaspadai masyarakat dengan mengurangi kegiatan di luar rumah serta menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat," katanya.
Cuaca panas yang saat ini terjadi karena dipicu beberapa faktor serta kondisi serupa tidak hanya terjadi di Cianjur melainkan di beberapa wilayah lainnya di Indonesia bahkan dunia.
Masyarakat yang terpaksa harus keluar atau beraktivitas di luar rumah agar memakai pelindung seperti payung atau topi, dan mengkonsumsi air mineral lebih banyak guna menghindari kekurangan cairan atau dehidrasi.
"Saat beraktivitas di luar rumah gunakan pelindung kepala dan memperbanyak minum air putih atau mineral, tetap menjaga pola hidup sehat sehingga ketika tidak penting tidak harus keluar rumah karena suhu dapat mencapai 34 derajat," katanya.
Seiring masuknya musim kemarau dan cuaca panas, pihaknya belum mendapat laporan kekeringan atau kesulitan mendapatkan air bersih dari berbagai wilayah rawan mulai dari utara hingga selatan Cianjur.
Namun sejumlah langkah antisipasi dan penanganan cepat sudah dipetakan termasuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan Perumadam Cianjur untuk menyiagakan truk tangki guna mendistribusikan air saat dibutuhkan masyarakat.
Pihaknya menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan guna melakukan pengawasan dan pelaporan terkait dampak musim kemarau di wilayah tugasnya masing-masing, sehingga ketika terjadi penanganan cepat segera dilakukan.
"Kami terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga desa, segera melapor ketika wilayahnya terdampak kekeringan agar petugas segera melakukan pendistribusian air bersih," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.