Bandung Barat (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat memantau kondisi warga yang terdampak pencemaran debu dari aktivitas pengolahan batu kapur di Cipatat dengan menerjunkan tim surveilans.

Plt Kepala Dinkes Bandung Barat Lia Nurliani Sukandar di Bandung Barat, Kamis, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi keluhan kesehatan masyarakat dan mengantisipasi munculnya gangguan kesehatan akibat paparan debu.

"Upaya ini dilakukan agar dampak kesehatan pada masyarakat dapat terpantau sejak dini dan dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan peningkatan keluhan atau kasus penyakit tertentu," katanya.

 

Berdasarkan hasil pemantauan Puskesmas, keluhan yang paling sering disampaikan warga meliputi batuk, tenggorokan gatal atau kering, bersin, pilek, mata perih, merah, maupun berair.

Ia menyebutkan bahwa sebagian warga juga mengeluhkan debu yang masuk ke dalam rumah, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menurut Lia, warga yang memiliki riwayat asma maupun penyakit paru menjadi kelompok yang lebih rentan, karena paparan debu dapat memicu sesak napas atau memperberat keluhan ketika intensitas debu meningkat di lingkungan permukiman.

"Pada warga yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru, terdapat keluhan sesak napas yang lebih mudah muncul atau kambuh ketika paparan debu meningkat. Oleh karena itu, kelompok rentan perlu lebih berhati-hati," ujarnya.

Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bandung Barat menyatakan hingga saat ini belum terdapat peningkatan kunjungan pasien ke puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang secara langsung dapat dikaitkan dengan paparan debu kapur tersebut.

"Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan belum terdapat peningkatan kunjungan ke Puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang signifikan dan secara langsung dapat dikaitkan dengan paparan debu kapur," katanya.

 

 

Ia menambahkan paparan debu kapur dalam kadar tinggi dan berlangsung terus-menerus berpotensi menimbulkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan.

Ia mengimbau kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan agar dapat membatasi paparan serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026