Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan sebagai strategi mengurangi timbulan sampah sebanyak 250 ton per hari.

Ketua Tim Pengurangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Syahriani mengatakan program tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem pengelolaan sampah dari pola kumpul, angkut, buang menjadi pengolahan di tingkat sumber.

“Pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setiap wilayah mampu mengolah sebagian besar sampahnya sendiri sehingga hanya residu yang dikirim ke TPA,” kata Syahriani di Bandung, Kamis.

Menurut dia, Pemkot Bandung saat ini tengah menginventarisasi lokasi pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah di berbagai wilayah agar masyarakat dapat mengelola sampah lebih dekat dengan sumbernya.

Ia mengatakan pembangunan fasilitas tersebut juga didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menyiapkan teknologi refuse derived fuel (RDF) yang masih dalam tahap uji coba.

Ia menegaskan, pembangunan fasilitas itu tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Agar sampah di Kota Bandung harus diselesaikan sedekat mungkin dengan sumbernya melalui pengelolaan di tingkat rumah tangga dan kewilayahan,” katanya.

Melalui penambahan fasilitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari sehingga dapat memperpanjang umur layanan TPA Sarimukti sekaligus mengurangi risiko penumpukan sampah.

Untuk mencapai target itu, DLH menerapkan pola pengelolaan sesuai karakteristik sampah, yakni sampah organik diolah menjadi kompos atau melalui teknologi pengolahan organik, sampah anorganik bernilai ekonomi didaur ulang melalui bank sampah, sedangkan sampah anorganik bernilai rendah diolah menjadi bahan bakar alternatif menggunakan teknologi RDF.

“Kami menargetkan pengurangan sampah sebesar 125 hingga 250 ton per hari. Namun, keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada teknologi seperti RDF, melainkan juga perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumber,” kata Syahriani.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Bandung siapkan 220 titik pengolahan sampah di kewilayahan

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026